#
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. (Dok. Gatra).

Penggarapan Lumbung Pangan Kalteng Seluas 148 Ribu Hektare Ditargetkan Rampung 2022
Tahap awal pengerjaan food estate itu diuji coba pada 28 ribu hektare, mulai Oktober 2020 sampai selesai dua tahun mendatang. Secara keseluruhan lahan digarap dengan mekanisasi

EmitenNews.com – Pemerintah segera menggarap food estate di Kalimantan Tengah (Kalteng). Lumbung pangan seluas 148.000 hektare ini ditargetkan rampung pada 2022. Tahap awal pengerjaannya uji coba pada 28.000 hektare, mulai Oktober 2020 sampai selesai dua tahun mendatang. Secara keseluruhan lahan digarap dengan mekanisasi. Jadi, lebih efektif dan efisien.

Dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (4/7/2020), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan, memprogramkan penggarapan proyek besar itu selesai dalam dua tahun. “Jadi, 2021-2022 semua sudah selesai.”

Kementerian PUPR bertugas membangun jaringan irigasi. Setelah jaringan irigasi terbangun, Kementerian Pertanian dipersilakan mulai menanam. Menteri Basuki menjelaskan, rekannya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, akan melakukan food culture practices.

“Beliau mendatangkan bibitnya atau mungkin alsintan untuk menggarap tanahnya, pupuknya. Beliau harus buat saluran cacing dalam petak sawahnya karena di rawa,” kata Basuki Hadimuljono.

Rencananya, lumbung pangan tersebut berada di antara Sungai Kapuas dan Barito. Lokasinya dinilai sangat aman karena memiliki jenis tanah aluvial. Nantinya, lumbung pangan ini bekerja dengan mekanisasi secara keseluruhan. Dengan begitu, Kementan akan menggenjot penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) di lumbung pangan tersebut.

“Jadi kami berdua bekerja erat. Ada BUMN yang mendukung kami. Tetapi, aktornya adalah Kementerian Pertanian. Kami mendukung jaring-jaring irigasi karena kita mengembangkan lahan pertanian,” kata Menteri Basuki.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menjelaskan dengan mekanisasi secara keseluruhan, harapannya 1 hektare lahan sawah bisa digarap seorang petani. Bahkan dengan mekanisasi yang lebih baik garapan ini bisa jauh lebih besar. “Karena ini full mekanisasi, tapi paling tidak 2 Ha itu 1 orang. Tapi dengan mekanisasi lebih baik, 1 orang bisa menangani 4 Ha.”

Syahrul mengatakan, targetnya lumbung pangan Kalteng itu, bisa memproduksi padi, hortikultura, sayur-sayuran, dan buah-buahan, selaina memfasilitasi ternak. Harapannya, untuk setiap komoditas yang ditanam bisa bisa menghasilkan 5-6 ton per hektare. ***

 

Check Also

Di Tengah Pandemi Covid-19 Sektor Pertanian Mampu Bertahan, Tumbuh 16,4 Persen
Presiden Joko Widodo meminta Mentan untuk tidak main-main dalam mengurus sektor pertanian. Salah satu hal yang krusial dalam memperkuat lini pertanian adalah pupuk

EmitenNews.com – Di tengah pandemi virus corona penyebab coronavirus disease 2019 atau covid-19, sektor pertanian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: