#
Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) meminta pemerintah memprioritaskan belanja barang dan jasa Kementerian/Lembaga ke sektor UMKM. Sebab, sektor ini paling banyak terlilit utang dan paling terdampak pandemi Covid-19. (Dok. Dara.co.id).

Pengusaha Kecil Minta Pemerintah Prioritaskan Belanja Barang dan Jasa Kementerian ke Sektor UMKM
Berdasarkan hasil survei, mayoritas pelaku UMKM paling kuat bertahan di tengah pandemi covid-19 berkisar dua sampai tiga bulan ke depan. Repotnya karena banyak yang terlilit utang usaha

EmitenNews.com – Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) meminta pemerintah memprioritaskan belanja barang dan jasa Kementerian/Lembaga ke sektor UMKM. Sebab, sektor ini paling banyak terlilit utang dan paling terdampak pandemi Covid-19.

Dalam diskusi virtual via Zoom, Rabu (24/6/2020), Ketua Umum Himpunan Pengusaha Mikro & Kecil Indonesia (Hipmi Kindo), Syahnan Phalipi, mengungkapkan, berdasarkan hasil survei internal, mayoritas pelaku UMKM menyatakan paling kuat bertahan di tengah pandemi virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (covid-19), berkisar dua sampai tiga bulan ke depan.

Repotnya karena, mereka rata-rata memiliki pinjaman di perbankan atau lembaga keuangan lainnya. Atas dasar itulah Hipmi Kindo meminta pemerintah turun tangan membantu mereka. Dia meyakini, cara ini dapat mempercepat proses recovery bagi sektor usaha mikro, kecil dan menengah nasional.

Bagusnya karena Syahnan Phalipi menjamin, mayoritas para pelaku UMKM di Tanah Air tidak meminta bantuan secara cuma-cuma. Melainkan dalam bentuk kerja sama. Dengan begitu, ketika usaha mereka kembali bangkit dapat memberikan sumbangsih bagi perbaikan ekonomi nasional. “Saya rasa menyelamatkan UMKM ini dulu yang paling penting. Kalau ini selamat, devisa segera kembali, kemudian usaha kembali berjalan.”ia.

Hipmi Kindo berharap betul pemerintah menerapkan usulan dari pelaku UMKM nasional itu. Kalau itu terealisir, bantuan tersebut dapat kembali menghidupkan bisnis UMKM yang kini mati suri akibat terlilit utang dengan berbagai lembaga keuangan untuk menyelamatkan usahanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Maulana Yusran pesimistis pemerintah mendengar keluhan mereka. Pasalnya, stimulus yang diwacanakan pemerintah untuk relaksasi UMKM belum juga diimplementasikan hingga saat ini. “Kami masih juga bingung, memang pernyataannya ramai seolah-olah ada bantuan atau keringanan dari pemerintah bagi UMKM. Namun, di lapangan tidak ada.”

Padahal, mayoritas pelaku UMKM tengah menantikan kucuran dana insentif untuk menjaga kelangsungan usaha mereka. Khususnya terkait pemberian modal usaha dan keringanan tagihan listrik. ***

 

Check Also

Pertimbangkan Pandemi Covid-19, Pemerintah Putuskan Upah Minimum 2021 Tidak Naik
Presiden KSPI Said Iqbal: bila upah minimum tidak naik, daya beli masyarakat akan semakin turun. Tingkat konsumsi masyarakat anjlok, dan ujung-ujungnya berdampak negatif buat perekonomian

EmitenNews.com – Mempertimbangkan kondnisi perekonomian di tengah pandemi covid-19, pemerintah memutuskan upah minimum 2021 tidak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: