#

Philip Morris Kantongi Rp 11,5 Triliun Dari Dividen HMSP

Emitennews – Sebesar 98,2 persen dari total laba bersih PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) pada 2016 dibagikan sebagai dividen untuk para pemegang saham. Secara total perseroan masih menyandang gelar pemimpin pasar industri rokok nasional meskipun terjadi penurunan market share di dua produk unggulan.

Presiden Direktur HMSP, Mindaugas Trumpaitis, mengatakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan di Jakarta pada Kamis (27/04) menyepakati total dividen sebesar Rp 12,5 triliun atau setara Rp 107,7 per saham. Angka tersebut setara dengan 98,2 persen dari Rp 12,76 triliun yang merupakan laba bersih pada 2016.

PT Philip Morris Indonesia tercatat sebagai pengendali di HMSP. Anak usaha Philip Morris International yang berpusat di Amerika Serikat itu mengantongi kepemilikan sebesar 92,50 persen. Maka dari total dividen dibagikan sebesar Rp 12,5 triliun, sebesar Rp 11,58 triliun di antaranya dikantongi Philip Morris.

Pada 2016, HMSP menyetor pajak sebesar Rp 63,5 triliun. Pada tahun itu perseroan meraih pendapatan sebesar Rp 95,446 triliun atau naik 7,15 persen dibandingkan Rp 89,069 triliun pada 2015.

Pada kuartal I 2017, HMSP meraih pendapatan sebesar Rp 22,57 triliun, naik sekitar 3 persen dibandingkan Rp 21,92 triliun pada kuartal I 2016. Laba bersih tercatat sebesar Rp 3,29 triliun atau naik 5,7 persen dibandingkan Rp 3,11 triliun pada periode sama tahun lalu.

HMSP masih menjadi market leader industri rokok nasional dengan market share sebesar 33,0 persen pada kuartal pertama tahun ini. Kepemimpinan terjadi di semua kategori produk mulai dari Sigaret Putih Mesin (SPM), Sigaret Kretek Tangan (SKT), dan Sigaret Kretek Mesin (SKM).

Meski begitu, terjadi penurunan market share terutama di SPM menjadi 76,5 persen pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan 79,5 persen pada 2016. Begitu juga di SKM berkurang menjadi 28,6 persen dibandingkan 28,9 persen.

Meski begitu di kategori SKT yang identik dengan brand Dji Sam Soe, market share HMSP naik menjadi 38,0 persen pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan 37,3 persen pada 2016.

Khusus di kategori SKM, HMSP memisahkan satu kategori produk di dalamnya yaitu SKM Kadar Tar Tinggi. Di segmen baru itu perseroan meraih market share sebesar 10,7 persen atau naik dibandingkan 9,8 persen pada 2016.

Di segmen SKM Kadar Tar Tinggi, HMSP mengandalkan produk U Bold dan Marlboro Filter Black. ”Segmen SKM full flavor merupakan kesempatan yang besar bagi kami dan kami sangat senang dengan kinerja produk-produk baru kami di kategori tersebut,” kata Mindaugas.

Check Also

Menteri Keuangan Ingatkan para Youtuber agar Taat Bayar Pajak

EmitenNews.com – Para Youtuber taatlah dalam membayar pajak. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan masyarakat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: