#

Prima Alloy Steel Universal (PRAS) Jadi Rugi Rp7,61 Miliar Di Kuartal I-2020
emiten dengan merek dagang velg Panther, PCW, Devino, Akuza, Incubus, Ballistic, Menzari, dan Viscera

EmitenNews.com- Produsen velg kendaraan bermotor roda empat, PT Prima Alloy Steel Universal Tbk (PRAS) pada kuartal I-2020 membukukan rugi tahun berjalan diderita Rp7,61 miliar,dimana pada periode yang sama tahun sebelumnya perseroan membukukan laba Rp57,89 juta.

Laporan keuangan emiten velg bermotor yang disampaikan kepada BEI Selasa (7/7/) disebutkan,mencatat penjualan neto Rp72,74 miliar hingga periode 31 Maret 2020 turun 39,82 persen dibandingkan penjualan neto Rp120,88 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Diiringi dengan beban pokok penjualan turun 29,70 persen menjadi Rp69,42 miliar dari Rp98,77 miliar dan laba kotor turun 84,99 persen menjadi Rp3,32 miliar dari laba kotor Rp22,12 miliar tahun sebelumnya.

Beban usaha emiten dengan merek dagang velg Panther, PCW, Devino, Akuza, Incubus, Ballistic, Menzari, dan Viscera turun tipis 1,60 persen menjadi Rp8,82 miliar dari Rp8,97 miliar dan rugi usaha diderita Rp5,51 miliar dari laba usaha Rp13,15 miliar tahun sebelumnya. Beban lain-lain turun menjadi Rp3,35 miliar dari Rp12,91 miliar.

Rugi sebelum pajak diderita Rp8,86 miliar dari laba sebelum pajak Rp244,07 juta tahun sebelumnya.sehingga perseroan membukukanh rugi per saham dasar per 31 Maret 2020 Rp10,9 dari laba per saham dasar pada period eyang sama tahun sebelumnya Rp0,1 per saham.

Jumlah aset perseroan hingga periode 31 Maret 2020 mencapai Rp1,72 triliun naik 3,98 persen dari jumlah aset Rp1,66 triliun hingga periode 31 Desember 2019.

Naiknya jumlah aset ditopang oleh pertumbuhan pada sisi liabilitas PRAS dari Rp1,01 triliun pada 31 Desember 2019 menjadi Rp1,19 triliun pada 31 Maret 2020, namun pada sisi ekuitas justru terjadi penyusutan menjadi Rp524,01 miliar dari Rp645,72 miliar.

Untuk kas dan setara kas yang di bukukan oleh perusahaan Automotive and Components yang tercatat di Bursa efek Indonesia Sejak 1990 itu pada akhir kuartal I-2020 sebesar Rp42,36 miliar terjadi penurunan dari periode yang sama tahun 2019 Rp87,57 miliar. (Rizki)

Check Also

Tutup Impor, Garam Lokal Harus Penuhi Kuantitas dan Kualitas untuk Kebutuhan Industri
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, berjanji menutup keran impor garam. Tetapi, garam rakyat harus memenuhi kandungan NaCl (Natrium Klorida) di atas 97 persen

EmitenNews.com – Garam lokal harus memenuhi kuantitas, dan kualitas tertentu untuk kebutuhan industri. Kalau itu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: