#
Presiden Joko Widodo dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. (Dok. Republika).

PT Pelabuhan Indonesia Maspion Kolaborasi dengan Dubai Port World Asia dalam Investasi Rp16,8 Triliun
Investasi ini disepakati dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan

EmitenNews.com – PT Pelabuhan Indonesia Maspion berkolaborasi dengan Dubai Port World Asia. Mereka mengembangkan terminal peti kemas dan kawasan industri di Jawa Timur senilai Rp16,8 triliun. Kesepakatan diambil saat pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Kepada pers, di komplek Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (24/7/2019), Direktur Utama Maspion Group Alim Markus mengatakan, nilai investasi proyek pengembangan itu mencapai USD1,2 miliar setara Rp 16,8 triliun dengan kurs Rp14 ribu per USD.

Dengan nilai investasi sebesar USD1,2 miliar itu, kata Alim, mereka akan mengembangkan pelabuhan peti kemas mencapai 3 juta TEUs. “Untuk pelabuhan kontainer di Gresik di Industrial Estate kita.”

Investasi antara Maspion-Dubai Port itu, termasuk investasi yang disepakati dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Dari 12 kerja sama yang disepakati, tiga di antaranya bernilai USD9,7 miliar atau setara Rp136 triliun.

Tiga proyek tersebut, antara PT Pertamina dengan Adnoc dalam pengembangan RDMP Balikpapan integrated supply chain. Kedua, PT Chandra Asri dengan Mubadala, proyek nafta cracker dan petrochemical complex. Ketiga, PT Maspion Indonesia dengan Dubai Port World Asia mengenai pengembangan terminal peti kemas dan kawasan industri di Jawa Timur.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan, total investasi USD1,2 miliar itu, akan dilakukan secara bersamaan oleh Maspion dan Dubai Port. Joint company 51:49. Porsinya, 51 persen dari Maspion, berbanding 49 persen, yang akan dipenuhi oleh Dubai Port.

Untuk pembangunannya, kata Menteri Budi, berlangsung beberapa tahap, dimulai konstruksi pada 2021. “Mulai konstruksi. Saya lagi mau minta mereka sudah mulai lebih awal. Jadi, dengan fasilitas yang ada jalan dulu. Kan sekarang sudah ada dermaga.” ***

 

Check Also

Ini Cara Menteri Keuangan Tekan Pemakaian Plastik, Selain untuk Meningkatkan Penerimaan Negara
Menkeu Sri Mulyani mengusulkan kepada DPR pemberlakuan tarif cukai kantong plastik Rp30 ribu per kilogram atau Rp200 per lembar. Proyeksi penerimaan negara Rp1,6 triliun

EmitenNews.com – Ini cara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekan pemakaian plastik, selain untuk meningkatkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: