#
Direktur Utama PT Perusahaan Gas Neegara, Tbk (PGAS), Gigih Prakoso optimistis pemanfaatan gas bumi di ibu kota baru, pengganti DKI Jakarta, lebih efisien dan bersih. Pemerintah memastikan pembangunan ibu kota baru menggunakan 100 persen jaringan gas. (Dok. pgn.co.id).

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Siap Bangun Infrastruktur Gas Bumi di Ibu Kota Baru
Menteri Bambang Brodjonegoro: pembangunan ibu kota baru nantinya menggunakan 100 persen jaringan gas. Masyarakat tak akan pakai LPG 3 kilogram

EmitenNews.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) siap membangun infrastruktur gas bumi di ibu kota baru, di Kalimantan Timur. Direktur Utama PT PGN, Gigih Prakoso optimistis pemanfaatan gas bumi di ibu kota baru, pengganti DKI Jakarta itu, lebih efisien dan bersih. Pemerintah memastikan pembangunan ibu kota baru menggunakan 100 persen jaringan gas.

“PGN siap membantu pemerintah menyiapkan infrastruktur di ibu kota baru untuk menjadi smart city berbasis pada energi bersih gas bumi. Proyek jaringan gas yang selama ini telah berjalan terbukti efektif mengurangi biaya energi rumah tangga,” kata Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Gigih Prakoso, kemarin.

Berdasarkan hitungan PGN, pembangunan gas kota diproyeksi dapat menciptakan penghematan LPG sebesar Rp157,8 miliar per tahun. Dengan begitu, pengeluaran masyarakat juga bisa lebih hemat sebesar Rp386 miliar. Gigih mengungkapkan, pemerintah dapat mengurangi impor LPG dan pengurangan defisit neraca perdagangan minyak dan gas (migas) mencapai Rp1,4 triliun per tahun.

Menurut Gigih, PGN akan gigih membangun dan mengelola pipa gas lebih dari 10 kilometer (km) dengan jumlah konsumen sekitar 300 ribu di berbagai segmen pasar. Perusahaan mengelola jaringan gas milik pemerintah sepanjang 3.800 km di sejumlah daerah.

Sebelumnya, kepada pers, di Jakarta, Jumat (27/9/2019), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyatakan pembangunan ibu kota baru nantinya menggunakan 100 persen jaringan gas. Masyarakat di sana, di ibu kota baru tersebut tak akan menggunakan LPG 3 kilogram (kg) lagi seperti sekarang.

“Ibu kota harus 100 persen jaringan gas. Tidak boleh lagi ada LPG 3 kilogram,” katanya.

Penghuni ibu kota baru yang biasanya menggunakan LPG 3 kg untuk memasak diharapkan memakai jaringan gas tersebut. Saat ini, pembangunan jaringan gas terus dilakukan secara bertahap di dalam negeri. Menurut Bambang, sudah saatnya masyarakat memiliki kota lebih modern. “Sudah saatnya rumah dilengkapi jaringan gas. Ini harus bertahap dan massif.” ***

 

Check Also

Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) Beli Saham Bima Multi Finance Senilai Rp111.751.254.841

EmitenNews.com – PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) telah melakukan pembelian saham PT Bima Multi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: