#
Pihak Sentul City memperlihatkan bukti otentik, unit rumah sesuai alamat yang dimaksud pemohon PKPU sudah 100 persen terbangun dan siap diserahterimakan. Dengan adanya kesepakatan Mekanisme Serah Terima Otomatis (STO) yang diatur dalam PPJB, mestinya tidak ada masalah lagi. (Dok. EmitenNews.com/PT Sentul City Tbk (BKSL).

PT Sentul City Tbk (BKSL) Anggap Aneh Permohonan PKPU Alfian Tito Suryansah
Head Corporate Communication PT Sentul City Tbk Alfian Mujani mengatakan, pemohon menolak pengembalian dana, dan memilih menyelesaikan masalah di persidangan PKPU

EmitenNews.com – PT Sentul City Tbk (BKSL) menganggap aneh permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang diajukan Alfian Tito Suryansah. Pasalnya, pihak PT Sentul City sudah menyerahkan pengembalian dana (refund). Tetapi, ditolak. Bagi Sentul City permohonan pailit itu sudah tidak memiliki dasar sahih.

Dalam keterangannya Selasa (1/12/2020), Head Corporate Communication PT Sentul City Tbk Alfian Mujani mengatakan, pemohon menolak pengembalian dana, dan memilih menyelesaikan masalah di persidangan PKPU. Padahal, perseroan sudah beritikad baik untuk mengembalikan dana plus dendanya.

‘’Bahkan sebelumnya kami juga sudah mengundang pemohon untuk melakukan serah terima unit yang jadi obyek jual beli,’’ kata Alfian Mujani.

Seperti diketahui, Senin (30/11/2020), perkara permohonan PKPU terhadap PT Sentul City, Tbk dimohonkan oleh Alfian Tito Suryansah dengan perkara nomor: 367/Pdt.Sus/PKPU/2020/ PN. Niaga Jakarta Pusat memasuki acara dengan agenda legal standing dari Pemohon dan Termohon.

Dalam persidangan tersebut, Kuasa Hukum PT Sentul City Tbk menyampaikan bahwa pihak principal (Perseroan) telah hadir di persidangan untuk menyerahkan pengembalian dana (refund). Anehnya Pemohon menolak dan memilih untuk menyelesaikan permasalahan dalam persidangan PKPU.

Penolakan refund dan penolakan undangan serah terima unit tanah dan bangunan juga dilakukan oleh Pemohon PKPU di luar pengadilan pada 17 November 2020. Karena itu Alfian menduga ada itikad kurang baik dari pihak pemohon. “Patut diduga ada agenda lain di balik gugatan PKPU ini.’

Selain itu, kreditor lain berdasarkan ketentuan Pasal 222 Undang-undang Nomor : 37 tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang menyebutkan “Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang diajukan oleh Debitor yang mempunyai lebih dari 1 (satu) Kreditor atau oleh Kreditor.”

Kreditor lain yang dibuktikan dalam Permohonan PKPU oleh Alfian Tito, sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 222 tersebut adalah adiknya yang bernama Ulfah Kurnia. ‘’Terhadap Ulfa Kurnia, Perseroan telah memenuhi tuntutannya sesuai dengan somasi dari kuasa hukumnya yaitu refund atau serah terima unit tanah dan bangunan,’’ kata Alfian Mujani.

Namun, keduanya tidak dapat direalisasikan. Pasalnya, Ulfa Kurnia telah mentransfer kembali dana refund ke rekening Perseroan dan tidak memenuhi undangan serah terima dari Perseroan.

Alfian Mujani menjelaskan perusahaan telah membuktikan itikad baiknya. Karena itu, tidak ada lagi dasar dari pemohon, Alfian Tito Suryansah dan Ulfa Kurnia sebagai Kreditor lain untuk memohonkan PKPU terhadap Perseroan.

Pihak Sentul City juga memperlihatkan bukti otentik bahwa unit rumah sesuai alamat yang dimaksud pemohon PKPU sudah 100 persen terbangun dan siap diserahterimakan. Menurut Alfian, dengan adanya kesepakatan Mekanisme Serah Terima Otomatis (STO) yang diatur dalam PPJB yang disepakati dengan pembeli saat menandatangani perjanjian, mestinya tidak ada masalah lagi.

“Kami telah melaksanakan mekanisme STO dengan mengirimkan melalui surat tercatat. Dengan demikian menyatakan pembeli/ pemohon telah  menerima unit yang sudah selesai dibangun, dan telah siap serah terima. Ini menguatkan bahwa permohonan PKPU dari Alfian Tito S menjadi tidak berdasar,” kata Alfian Mujani. ***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: