#

PT Timah (TINS) Jual Seluruh Kepemilikan IMAP ke MIND ID USD398,5 Juta
Perusahaan yang bergerak sebagai agen pemasaran tersebut 100 persen dimiliki anak perusahaan TINS yaitu Indometal (London) Limited yang beroperasi di London sejak tahun 1988

EmitenNews.com- PT TIMAH Tbk (TINS) mengumumkan transaksi penjualan Indometal
Corporation (Asia Pasific) Pte Ltd atau IMAP sebesar USD 398.500 kepada PT Inalum (Persero) atau MIND ID selaku Holding Industri Pertambangan BUMN pada Senin 29 Juni 2020 di Jakarta

IMAP sendiri adalah cucu perusahaan TINS yang didirikan pada 29 November 2018
berdasarkan hukum negara Singapura. Perusahaan yang bergerak sebagai agen pemasaran tersebut 100 persen dimiliki anak perusahaan TINS yaitu Indometal (London) Limited yang beroperasi di London sejak tahun 1988.

Baca juga: Pendapatan Naik Namun PT Timah (TINS) Jadi Rugi Rp412 Miliar Di kuartal I-2020

Akuisisi 100 persen kepemilikan IMAP atau setara 50.000 lembar saham senilai USD 398.500 diharapkan dapat mewujudkan inisiatif strategis dengan memusatkan fungsi komersial MIND ID yang terdiri dari 5 perusahaan tambang besar di Indonesia, yaitu PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT TIMAH Tbk, PT Inalum (Persero), dan PT Freeport Indonesia. Lokasi strategis IMAP yang berada di negara jalur distribusi internasional akan mampu meningkatkan volume transaksi komoditas tambang MIND ID, sehingga peluang sebagai pemimpin pasar tingkat global bisa tercapai.

Integrasi pemasaran komoditas tambang MIND ID, seperti emas, timah, nikel, feronikel, bauksit, aluminium, dan batubara akan menjadi first hand one-stop market, didukung trusted information access dan sustainable supply chain yang memberikan rasa aman bagi konsumen MIND ID.

“IMAP akan menjadi integrated marketing agency, sehingga memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan skala bisnis perusahaan-perusahaan yang bernaung di bawah MIND ID,” jelas Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk (TINS), Abdullah Umar dalam keterbukaan informasi BEI Rabu (1/7)

 

Kinerja TINS  pada 3 bulan awal tahun 2020 mencatatkan produksi bijih timah di 1Q20 sebesar 15.217 ton (2019: 21.610) yang 84% diantaranya berasal dari penambangan darat, sedangkan 16% berasal dari penambangan laut.Adapun volume produksi logam mencapai 14.133 Mton (2019: 16.302 Mton) dengan volume penjualan logam sebesar 17.553 Mton (2019: 12.553 Mton).

Perubahan kondisi pasar akibat Covid-19 memaksa TINS untuk beradaptasi dengan melakukan sejumlah strategi efisiensi, diantaranya mengurangi operational expenditure sampai
dengan 30%, sedangkan capital expenditure diprioritaskan untuk mendukung pencapaian
target produksi.

Pendapatan konsolidasian TINS di 1Q20 mencapai Rp 4,4 triliun dibandingkan Rp 4,2 triliun di
1Q19 atau naik 5% YoY. Penjualan logam timah berkontribusi sebesar Rp 4,2 triliun, kemudian
tin solder dan tin chemical masing-masing sebesar Rp 9,3 miliar dan Rp 102,4 miliar selama
1Q20.

Check Also

Jaga Cash Flow, PT Timah (TINS) Tak Laksanakan Buy Back

EmietenNews.com- Perusahaan pertambangan,perdagangan dan jasa yang berkaitan dengan usaha tambang PT Timah Tbk (TINS)  memutuskan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: