#
Rapat koordinasi dalam rangka mendorong percepatan pembangunan pipa transmisi ruas Cirebon-Semarang, di Semarang, 11 Agustus 2020. Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa, Rabu (14/10/2020), memastikan PT Rekayasa Industri hengkang dari Poyek Strategis Nasional itu. (Dok. Republika).

Rekind Mundur, Proyek Pipa Gas Transmisi Cirebon-Semarang Kini dalam Kajian Kementerian ESDM
Keterlibatan PT Rekayasa Industri pada proyek transmisi gas Cisem sudah menghabiskan dana investasi sekitar Rp65 miliar. Antara lain untuk basic design, feasibilities Study

EmitenNews.com – Proyek pipa gas transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) kini dalam kajian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kajian diperlukan setelah PT Rekayasa Industri (Rekind) hengkang dari proyek yang sempat mangkrak selama 14 tahun itu. Setelah Rekind angkat tangan, bagaimana nasib Proyek Strategis Nasional (PSN) itu?

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa dalam video conference, Jakarta, Rabu (14/10/2020), memastikan sudah menerima surat mundur PT Rekayasa Industri pada proyek PSN Cisem itu. Surat bernomor 357/10000-LT/X/2020 itu, tertanggal Jumat (2/10/2020).

Fanshurullah Asa mengatakan keterlibatan pihak Rekind pada proyek transmisi gas Cisem sudah menghabiskan dana investasi sekitar Rp65 miliar. Biaya sebesar itu antara lain untuk basic design, feasibilities Study (FS). “Kami BPH Migas mengapresiasi gentleman Rekind. Lebih bagus begini, jelas ada hitam dan di atas putih. Kami apresiasi, jadi tahu penjelasannya meskipun terlambat. Tapi memulai untuk menyusun langkah lebih baik.”

Sebagai tindak lanjut, BPH Migas sudah menugaskan Direktur Gas Bumi Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM Sentot Harijady Bradjanto Tri Putro melakukan kajian selama satu bulan ke depan, mulai Senin (12/10/2020). Kajiannya antara lain mengenai kepastian suplai dan permintaan gas yang memanfaatkan transmisi atau pipa Cisem.

“BPH Migas menugaskan direktur gas bumi untuk melaksanakan kajian, dalam waktu maksimal satu bulan sejak 12 Oktober. Kajian tersebut dikoordinasikan terutama kepada kementerian ESDM dan pihak lainnya yang berhubungan sama PSN Cisem ini,” kata Fanshurullah Asa.

Dalam kajian ulang itu, akan ada kesepakatan bersama yang akan ditetapkan pada proyek transmisi atau pipa gas Cirebon-Semarang ini. Beberapa opsi tersebut antara lain diberikan kepada pemenang lelang kedua dan ketiga atau melakukan lelang baru.

Pasalnya, menurut Fanshurullah, untuk diteruskan kepada pemenang lelang kedua dan ketiga, tidak mungkin bisa dijalankan. Proyek ini ditetapkan pada tahun 2006 sehingga sudah terjadi pengubahan-pengubahan beberapa nilai pada proyek transmisi gas Cisem. “Itu kan dimenangkan pada 2006, peluang capex-nya dan toll fee-nya sama saat itu, jadi impossible.”

Opsi kedua, membuka lelang dengan batasan waktu tertentu. Lelang ini akan dibentuk oleh panitia bersama yang melibatkan pihak-pihak terkait. Opsi lainnya, penugasan langsung karena transmisi gas Cisem masuk daftar PSN.

Kepala BPH Migas Fanshurullah berharap keputusan nasib proyek transmisi gas Cisem bisa ditetapkan dalam tahun 2020, mengingat batasan waktu kajian hanya sebulan terhitung sejak 12 Oktober 2020. Seluruh komite sepakat nanti bersama-sama memilih yang terbaik.

“Intinya BPH mendukung hilirisasi migas membangun jaringan pipa ini untuk pemanfaatan gas bumi. Itu yang kita kawal,” tegasnya.

Direktur Gas Bumi Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM Sentot Harijady mengatakan pihaknya berharap keputusan hasil kajian dapat diterima dan memberikan kepastian terhadap proyek transmisi gas Cisem itu. Beberapa fokus kajian ulang ini, terhadap suplai dan permintaan terhadap gas.

“Hasil putusan kajian apakah dilelang, apakah dikembalikan lagi kepada pemerintah, itu nanti kita lihat hasilnya satu bulan ke depan. Kami mengharapkan bantuan stakeholder turut support apa yang menjadi upaya BPH Migas dalam hal percepatan pembangunan Cisem sesuai amanat perpres sebagai PSN,” tambahnya.

SVP Corporate Secretary & Legal PT Rekayasa Industri, Edy Sutrisman mengapresiasi keputusan BPH Migas yang menerima kemunduran perusahaannya dari proyek transmisi gas Cisem. “Kami sangat bersyukur dan mengapresisasi sikap BPH Migas yang bisa menerima keputusan Rekind untuk mengembalikan statusnya sebagai pemenang hak khusus ruas pipa gas Cirebon-Semarang (Cisem).”

Edy berharap, tim kajian yang dibentuk dapat memberikan keputusan final terhadap nasib proyek strategis nasional ini. “Rekind akan selalu siap mensupport terlaksananya pembangunan pipa gas ruas Cisem ini sebagai Proyek Strategis Nasional, jika nanti diperlukan.” ***

Check Also

Kementerian ESDM Jadwal Ulang Lelang 10 Blok Migas Konvensional
Penurunan harga minyak dunia menjadi pertimbangan dalam menentukan waktu tepat untuk mengumumkan penawaran lelang. Perlu persiapan teknis dan finansial untuk meminimalisir risiko

EmitenNews.com – Pandemi virus corona (Covid-19) membuat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadwalkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: