#

Resmi Tercatat, Saham TAMU dan CSIS Masuk Papan Pengembangan Bursa

Emitennews – Dua saham emiten baru resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini (10/05). PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) dan PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) menambah jumlah saham emiten menjadi 542 secara total.

Khusus di tahun ini, TAMU yang bergerak di sektor infrastructure, Utilities And Transportation, itu merupakan emiten baru ke 6 yang melakukan Initial Public Offering (IPO) dan mencatatkan saham di BEI. Kemudian CSIS sebagai perusahaan Property, Real Estate And Building Construction, menjadi emiten baru ke 7 di tahun ini. Total BEI menargetkan bisa menambah 35 emiten baru pada 2017.

Keduanya, baik TAMU maupun CSIS oleh BEI sahamnya dicatat di papan pengembangan. Seperti diketahui, di pasar saham Indonesia terdapat dua papan saham yaitu papan utama dan papan pengembangan.

BEI berhak menempatkan sebuah saham apakah di papan utama atau papan pengembangan baik yang baru tercatat maupun saham eksisting. Salah satu penilaiannya adalah dari kepemilikan aktiva berwujud bersih sekurang-kurangnya Rp 100 miliar untuk di papan utama. Sedangkan di papan pengembangan sekurang-kurangnya Rp 5 miliar.

Dari aksi IPO itu, TAMU meraih dana segar Rp 82,5 miliar. Saham perdana dicatatkan pada harga Rp 110 per saham. Per Oktober 2016, total aset TAMU sebesar USD 111 juta dengan total liabilitas USD 58 juta, dan total ekuitas USD 53 juta. Saat itu, pendapatan bersih perseroan sebesar USD 10 juta.

Sedangkan CSIS meraih dana sebesar Rp 62,1 miliar dari hasil IPO. Saham perseroan diperdagangkan mulai Rp 300 hari ini.

”Aksi korporasi Initial Public Offering atau IPO sendiri memang telah lama menjadi salah satu sarana bagi perusahaan untuk menggalang dana. Namun, lebih dari itu, IPO juga memiliki banyak manfaat lainnya. Bagi perekonomian nasional, perusahaan publik juga menciptakan stimulus yang positif, khususnya bagi dunia pasar modal Indonesia,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat, dalam sambutan listing saham TAMU dan CSIS di gedung BEI, hari ini (10/05).

Setelah menjadi perusahaan publik, Samsul berharap, TAMU dan CSIS menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Antara lain mencakup Transparency, Accountability, Independency, Responsibility, dan Fairness.

Di antaranya dengan melakukan keterbukaan informasi – baik kepada regulator maupun kepada publik – serta memastikan terselenggaranya kepatuhan terhadap peraturan pasar modal.

”Penerapan GCG akan meningkatkan kualitas dan kinerja perusahaan, mendukung tercapainya sasaran perusahaan yang lebih baik, serta mendukung tercapainya perusahaan yang sehat dan berdaya saing global. Melalui penerapan GCG yang berkelanjutan, kita harap saham PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk dan PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk dapat menjadi salah satu saham yang terus menjadi pilihan bagi para investor dan manajer investasi dalam menentukan portofolionya,” paparnya.

Check Also

Laba Jasa Marga (JSMR) Amblas 89,49 Persen di Kuartal III-2020

EmitenNews.com- PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatat laba bersih yang dapat di atribusikan kepemilik entitas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: