Sebanyak 40 Emiten Belum Lapor Kinerja Semester I 2018, BEI Kenakan Denda Rp250 Juta

RS gen

Regulator Update, Self Regulatory Organizations (SRO) Tuesday, 11th September 2018 12:57:00 PM • 1 month ago


EmitenNews– Sebanyak 40 emiten terlambat menyampaikan laporan keuangan tengah tahunan. Sebanyak lima di antaranya sudah dikenakan Peringatan Tertulis dan Denda Rp50 juta atau total Rp250 juta akibat lalai menyampaikan kinerja semester I 2018 itu.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan sebanyak 5 Perusahaan dari total 40 Perusahaan Tercatat yang belum menyampaikan Laporan Keuangan Tengah Tahunan per 30 Juni 2018 yang tidak telaah secara terbatas atau yang tidak diaudit oleh Akuntan Publik sudah dikenakan sanksi.

Hingga tanggal 30 Agustus 2018, kelima emiten dimaksud dikenakan Peringatan Tertulis II dan Denda sebesar Rp50 juta. Maka total sebesar Rp250 juta denda yang harus dibayarkan seluruh emiten tersebut kepada BEI.

Kemudian terdapat 4 Perusahaan Tercatat belum menyampaikan Laporan Keuangan Tengah Tahunan per 30 Juni 2018 yang ditelaah secara terbatas, hingga tanggal 31 Agustus 2018. Dikenakan Peringatan Tertulis I.

Selain itu terdapat 31 Perusahaan Tercatat akan menyampaikan Laporan Keuangan Tengah Tahunan per 30 Juni 2018 yang diaudit oleh Akuntan Publik, batas waktu penyampaikan 1 Oktober 2018.

Secara total BEI mengumumkan terdapat 672 emiten alias Perusahaan Tercatat. Rinciannya, sebanyak 633 emiten di antaranya wajib menyampaikan Laporan Keuangan Tengah Tahunan per 30 Juni 2018 dan 39 Efek dan Perusahaan Tercatat tidak wajib menyampaikan Laporan Keuangan Tengah Tahunan per 30 Juni 2018.

Dari total tersebut, sebanyak 593 emiten di antaranya dinyatakan telah menyampaikan Laporan Keuangan Tengah Tahunan. Sebanyak 592 emiten di antaranya merupakan Perusahaan Tercatat yang telah sampaikan laporan keuangan dan satu perusahaan tercatat yang menyampaikan laporan keuangan yang tidak ditelaah secara terbatas dan tidak diaudit.

Selain itu terdapat satu emiten yang belum wajib menyampaikan laporan keuangan dan sebanyak 38 emiten tidak wajib menyampaikan laporan keuangan. Terdiri atas 16 perusahaan tercatat yang baru mencatatkan sahamnya setelah 30 Juni 2018, sebanyak 20 ETF, satu DIRE KIK, dan satu DJPPR.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *