#
Citilink Indonesia menggugat Sriwijaya Air dan NAM Air atas dugaan wanprestasi. Sidang pertama bakal digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019), pukul 09.15 WIB. (Dok. DestinAsian Indonesia).

Sengketa Kerja Sama Citilink Indonesia dengan Sriwijaya Air dan NAM Air Berujung di Pengadilan
Atas dugaan wanprestasi, manajemen Citilink menggugat bekas mitra bisnisnya itu. Sidang pertama digelar di PN Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019) pagi

EmitenNews.com – Sengketa kerja sama manajemen (KSM) antara maskapai penerbangan PT Citilink Indonesia dengan PT Sriwijaya Air dan PT NAM Air berujung di pengadilan. Atas dugaan wanprestasi, manajemen Citilink menggugat bekas mitra bisnisnya itu. Sidang pertama bakal digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019), pukul 09.15 WIB.

Meski mengakui adanya gugatan atas dasar cedera janji itu, Vice President Corporate Secretary Citilink Indonesia Resty Kusandarina kepada pers, Sabtu (28/9/2019), belum mau bercerita banyak. Ia meminta mengecek langsung ke situsnya. Ia tidak merinci wanprestasi apa yang dimaksud dalam diktum tuntutan yang diajukan.

Situs resmi Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Jakarta Pusat, Sabtu (28/9/2019), menyebutkan, gugatan tersebut telah diajukan oleh maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC) itu ke PN Jakarta Pusat. Gugatan tercatat   dengan Nomor Perkara 582/Pdt.G/2019/PN Jkt.Pst dengan kuasa hukum Eri Hertiawan, Rabu (25/9/2019).

Penggugat memohon agar PN Jakpus menyatakan Sriwijaya Air dan Nam Air selaku tergugat telah wanprestasi atas perjanjian kerja sama. Pasal 3 butir 1 dan pasal 3 butir 5 dari Perubahan dan Pernyataan Kembali Perjanjian antara Penggugat dengan Tergugat dan Turut Tergugat No. CITILINK/JKTSDQG/AMAND-I/6274/1118 tanggal 19 November 2018 sebagaimana diubah berdasarkan Amandemen-II Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Manajemen No. CITILINK/JKTDSQG/AMAND-II/6274/0219 tanggal 27 Februari 2019 dan Amandemen-III Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Manajemen No. CITILINK/JKTDSQG/AMAND-III/6274/0319 tanggal 4 Maret 2019.

KSM antara Citilink, anak usaha Garuda Indonesia dengan kedua perusahaan penerbangan itu, terjalin sejak 19 November 2018. Ini tindak lanjut dari upaya perbaikan kinerja keuangan Sriwijaya Air Group yang menanggung utang kepada sejumlah perusahaan BUMN. Di antaranya, anak perusahaan Garuda, PT GMF AeroAsia, PT Pertamina (Persero), dan PT Angkasa Pura I dan II.

Sebelumnya, Komisaris Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena membantah isu maskapai penerbangannya akan berhenti beroperasi. Ia juga menampik informasi terkait penghentian layanan reservasi tiket, mulai Jumat (27/9/2019). Sriwijaya Air tetap beroperasi.

Kabar tersebut bermula dari beredarnya salinan email kepada karyawan Sriwijaya Air yang berisi dua informasi tersebut. Jefferson menegaskan perseroan tetap beroperasi secara normal. Ia juga masih menyediakan layanan reservasi tiket. “Sampai hari ini kami masih beroperasi normal.” ***

 

 

Check Also

Kebutuhan Anggaran Untuk Membangun Sarana Perkeretaapian di Ibu Kota Baru Rp209 Triliun
Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono: Dana sebesar itu untuk membangun stasiun, KA subway, KRL, jalur kereta api dan pengadaan kereta listrik

EmitenNews.com – Kebutuhan anggaran untuk pembangunan sarana transportasi di ibu kota baru lumayan besar. Untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: