#

Setelah Stock Split, MNC Studios International (MSIN) Akan Rights Issue 7 Persen Saham

EmitenNews.com – Sehubungan dengan rencana aksi korporasi atau Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu alias rights issue yang akan di lakukan oleh PT MNC Studios International Tbk (MSIN), Perseroan bermaksud untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya sebesar 3 persen dari jumlah seluruh saham yang telah disetor penuh setelah dilaksanakannya pemecahan nilai nominal saham (Stock Split) menjadi sebesar Rp50 per saham, atau sebanyak-banyaknya sejumlah 312.120.000 lembar saham.

Dalam prospektus yang disampaikan ke BEI Selasa (3/11) manajemen MSIN menjelaskan, demi mendukung unit bisnis anak usaha, Perseroan juga akan membuat 2 digital apps, yaitu 1) KlaKlik, yang merupakan aplikasi media all-in-one untuk podcast, e-novel, e-quote, konten format pendek & sedang, dan lainnya; 2) AdMediate, aplikasi untuk memudahkan pengiklan melakukan placement iklan pada platform portal berita dan aplikasi RCTI+ milik induk perusahaan, MNCN. Inisiasi ini dilakukan demi mendorong pertumbuhan belanja iklan di Indonesia dan membuka peluang Perseroan untuk mendapatkan pengiklan baru.

Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan berencana untuk melaksanakan Penambahan Modal dengan syarat dan ketentuan sebagaimana diungkapkan dalam Keterbukaan Informasi ini, setelah mendapatkan persetujuan dari RUPSLB. Tujuan dilaksanakannya Penambahan Modal ini oleh Perseroan adalah memperkuat struktur permodalan Perseroan.

Dengan demikian, setelah mendapatkan persetujuan dari RUPSLB maka jumlah keseluruhan Penambahan Modal setelah pemecahan nilai nominal saham (Stock Split) akan menjadi sebanyak banyaknya sejumlah 1.040.400.000 saham atau sebesar 10 persen (sepuluh persen) dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan.

Rencana Transaksi akan dilaksanakan setelah tanggal RUPSLB yang menyetujui Rencana Transaksi namun tidak melebihi jangka waktu 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal 13 November 2020 dimana Perseroan menyelenggarakan RUPSLB yang menyetujui Transaksi Penambahan Modal. Perseroan akan melaksanakan Rencana Transaksi sesuai Anggaran Dasar dan peraturan perundangan yang berlaku, termasuk POJK No.14/2019 dan Peraturan BEI No.I-A.

Dengan adanya sejumlah saham baru yang dikeluarkan dalam rangka Penambahan Modal sebesar 3 persen dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan, serta dengan memperhitungkan Penambahan Modal sebesar 7 persen dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan yang telah mendapat persetujuan dalam RUPSLB Perseroan tanggal 18 Agustus 2020, sehingga Penambahan Modal Perseroan menjadi sebanyak-banyaknya sebesar 10 persen dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh,

Bagi pemegang saham Perseroan yang tidak melaksanakan Penambahan Modal atau rights issue akan mengalami penurunan (dilusi) kepemilikan saham sesuai dengan jumlah saham baru yang dikeluarkan yaitu sebanyak banyaknya sebesar 9,09 persen. Secara umum, dilusi yang akan dialami para pemegang saham saat ini relatif kecil, termasuk dilusi yang dialami oleh pemegang saham pengendali sehingga tidak akan mengakibatkan perubahan pengendali Perseroan.

Check Also

Gubernur Ganjar Pranowo Minta Masyarakat tidak Resah dengan Data Satgas Covid-19
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo: untuk mengetahui data valid, masyarakat bisa mengakses data kasus COVID-19 melalui situs https://corona.jatengprov.go.id

EmitenNews.com – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta masyarakat tidak resah dengan peningkatan kasus positif …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: