#

Siap-siap, Dua Emiten Baru Listing di BEI Besok (7/7)

EmitenNews.com- Selasa 7 Juli 2020, PT Bursa Efek Indonesia(BEI) akan kedatangan dua emiten anyar yang mencatatkan sahamnya di Bursa, yaitu PT Boston Furniture Industries Tbk. (SOFA) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN).

PT Boston Furnitur Industries Tbk (SOFA) sebelumnya telah mendapat pernyataan Dewan Komisioner OJK sebagai penetapan perseroan sebagai efek syariah, perseroan pada penawaran umum akan menawarkan sebanyak 400 juta lembar saham dengan harga perdana Rp100.

PT Danatama Makmur Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. dan tujuh sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi efek yakni PT Henan Putihrai, PT Mirae Asset Sekuritas, PT Surya Fajar Sekuritas, PT Reliance Sekuritas, PT Onix Sekuritas, PT Panin Sekuritas Tbk., PT NISP Sekuritas, dan PT KGI Sekuritas.

Sedangkan Calon emiten lainnya PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) berdasarkan prospektus ringkas perseroan, Pradiksi Gunatama menawarkan 900 juta lembar saham baru atau 18 persen dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Harga penawaran perdana di banderol senilai Rp115.

Dengan demikian, nilai penawaran umum perdana saham Pradiksi Gunatama senilai Rp115 miliar. PT Investindo Nusantara Sekuritas menjadi penjamin pelaksana emisi efek dan PT Panin Sekuritas Tbk. serta PT Panca Global Sekuritas sebagai penjamin emisi efek.

Perseroan mengungkapkan saat ini menjalankan usaha perkebunan kelapa sawit mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan buah kelapa sawit.

Adapun, kegiatan usaha penunjang yang dimiliki yakni konstruksi gedung industri serta aktivitas pelayanan kepelabuhanan laut.

Pradiksi memiliki perkebunan sawit seluas 22.586 hektare (Ha) yang berlokasi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Luas area tanam 12.869 Ha dengan tanaman yang telah menghasilkan seluas 11.669 Ha, tanaman belum menghasilkan 1.200 ha, tidak dapat ditanam 3.725 Ha, dan yang masih dapat dikembangkan 5.993 Ha.

Adapun, perseroan telah memiliki pabrik kelapa sawit (PKS) yang telah beroperasi sejak Agustus 2019. Kapasitas yang dimiliki sebesar 60 ton perjam dan dapat ditingkatkan menjadi 90 ton perjam atau setara sekitar kurang lebih 100.000 ton MKS per tahun.

Rencananya, dana yang dihimpun dari IPO akan digunakan sebesar 40 persen untuk belanja modal pembangunan infrastruktur. Sisanya, 60 persen akan digunakan untuk modal kerja yakni pembelian pupuk, TBS, dan operasional lainnya.

Check Also

Beli Harga Rp5.600 Per Saham, Bos Bank Mandiri (BMRI) Tambah Kepemilikannya Jadi 1,529 Juta Lembar Setara 0,00327 Persen

EmitenNews.com – Direktur  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rico Usthavia Frans telah menambah kepemilikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: