#
Irjen Pol Napoleon Bonaparte. (Dok. Republika).

Siapa ya Atasan Irjen Pol Napoleon Bonaparte yang Kecipratan Uang Suap Djoko Tjandra
Kata JPU, Napoleon meminta Rp7 miliar, naik dari sebelumnya ‘hanya’ Rp3 miliar. Napoleon mengisyaratkan bahwa sebagian dari Rp7 miliar itu bakal dibagi ke atasannya

EmitenNews.com – Siapa ya Petinggi Polri atasan Irjen Pol Napoleon Bonaparte yang keciptaran uang suap dari buronan Djoko Tjandra. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erianto dalam sidang pembacaan surat dakwaan, di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Senin (2/11/2020), menyebutkan sang jenderal polisi itu,  akan memberikan uang yang diterima dari mengurus penghapusan red notice Djoko Tjandra kepada petinggi Polri.

“Dia mengatakan, ‘Ini apaan nih segini, enggak mau saya. Naik Ji jadi 7 (tujuh). Soalnya kan buat depan juga bukan buat saya sendiri. Yang nempatin saya kan beliau (petinggi kita ini),” kata Jaksa Erianto di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Senin, 2 November 2020.

Seperti dikutip dari Tempo.co, Irjen Napoleon sebelumnya meminta imbalan Rp3 miliar kepada pengusaha Tommy Sumardi, yang sejak awal diminta mengurus kepentingan Djoko Tjandra. Dengan uang sebanyak itu, Napoleon mengaku bisa mengajukan penghapusan nama Djoko Tjandra dari daftar buron yang disandangnya dalam kasus cessie Bank Bali, sejak 11 tahun lalu.

Sebagai tindak lanjut dari percakapan itu, pada 27 April 2020 Tommy ditemani Brigjen Pol Prasetijo Utomo bermaksud memberikan USD100 ribu sebagai uang muka. Namun, Prasetijo mengambil jatah hingga 50 persen. Alhasil, uang yang akan dibawa ke Irjen Napoleon hanya sejumlah USD50 ribu.

Saat Prasetijo menyerahkan uang tersebut di ruangannya, Napoleon menolak. Ia menganggap, nominalnya terlalu kecil. Ia meminta Rp7 miliar, naik dari sebelumnya ‘hanya’ Rp3 miliar. Napoleon mengisyaratkan bahwa sebagian dari Rp7 miliar itu bakal dibagi ke atasannya.

JPU mendakwa Irjen Napoleon telah menerima uang SGDD200 ribu dan USD270 ribu dari Djoko Tjandra. Uang tersebut sebagai imbalan atas jasa Napoleon berhasil membuat nama Djoko Tjandra terhapus dari sistem ECS pada Sistem Informasi Keimigrasian.

Dalam dakwaan Jaksa, Irjen Napoleon disangkakan Pasal 5 ayat (2) Jo. Pasal 5 ayat (1) huruf a Jo. Pasal 11 Jo. Pasal 12 huruf a dan huruf b Undang-Undang Nomor  31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor  31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra, jaksa juga menghadirkan tersangka lain dalam sidang Senin (2/11/2020) itu. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta itu, Djoko Tjandra menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan untuk dua kasus sekaligus.

Surat dakwaan Djoko Tjandra digabung antara kasus korupsi terkait penghapusan red notice di Interpol atas namanya dan kasus korupsi kepengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA). Selain Djoko Tjandra, tiga terdakwa lain dalam kasus red notice juga menjalani sidang perdana dengan agenda yang sama. Ketiganya, pengusaha Tommy Sumardi, Irjen Pol. Napoleon Bonaparte, dan Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo. ***

 

Check Also

Kasus Suap Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra, Jenderal Polisi dan Pengusaha Ditahan
Penahanan dilakukan sebagai wujud komitmen Polri untuk menuntaskan kasus korupsi yang melibatkan jenderal korps Bhayangkara dalam skandal pelarian buron kasus cessie Bank Bali itu

EmitenNews.com – Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan pengusaha Tommy Sumardi kini mendekam di Rutan Bareskrim …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: