#
Pembina Investor Saham Pemula (ISP) Tito Sulistio. (Dok. Citizen Daily Net).

Simalakama Hadapi Resesi

Catatan:

Tito Sulistio

Dimulai dari pengumuman World Bank (Bank Dunia) tentang perlambatan ekonomi global, selanjutnya ramai disebut-sebut potensi terjadinya resesi. Bagaimana Indonesia menghadapi situasi ini?

Dampak resesi pada dasarnya menurunnya kekuatan spending masyarakat pada nilai pendapatan yang sama. Kemudian, masyarakat yang masih mempunyai dana akan lebih menanamkan dananya ke investasi yang lebih tidak berisiko.

Maka pasar modal yang akan terimbas paling cepat.

Emas dan inveastasi lain akan lebih diminati. Harganya naik. Jika dampaknya sudah terjadi maka resesi sebenarnya akan terjadi. Psychologic recession.

Resesi yang mau tidak mau terjadi karena dampak utama sudah terjadi. Lalu, teorinya, pemerintah harus spending lebih. Bunga dan pajak diturunkan. Apakah republik ini bisa?.

Memang buah simalakama. Dalam tanda kutip.

Istilahnya, APBN kita seperti ada rasa “poison pill”. Bisakah menaikkan pendapatan pajak double digit jika tahun ini masih berat? Direncanakan spending naik.

Bisakah republik Indonesia melakukan efisiensi jika principal dan para legislator repot mengurusi politik kepentingannya?

Semoga saya salah. Karena 2020 sudah di depan mata. Akan menjadi tahun penuh tantangan.

Unfortunately partai melalui perwakilannya di Parlemen (seharusnya wakil rakyat, bukan partai), sebagai prinsipal, semakin menguat ke arah yang mengkhawatirkan. Penuh kepentingan.

Sementara pemerintah, sebagai agent, semakin terlihat lemah di sisi manajerial dan administratif.

Bahkan, 15 tahun terakhir, tidak pernah menyosialisasikan rencana kerja taktisnya secara komprehensif kepada masyarakat.

Seriously kali ini Negara Harus (benar-benar) hadir!

Check Also

PPN Facebook dan Google Penting bagi Pembangunan Infrastruktur Digital Indonesia
Pemerintah mendorong pembangunan infrastruktur digital yang bisa mengembangkan nilai tambah perusahaan OTT yang beroperasi di Indonesia

EmitenNews.com – Pajak Pertambahan Nilai (PPN) perusahaan over the top (OTT) seperti Facebook dan Google …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: