#
Wakil Presiden Jusuf Kalla, diapit Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri), dan Menko Perekonomian Darmin Nasution/ (Dok. Sindonews.com).

Sinyal Ekonomi Nasional Membaik, Wapres Harap BI Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo: BI menerapkan kebijakan lebih akomodatif, salah satunya melalui penurunan suku bunga

EmitenNews.com – Sinyal kondisi ekonomi nasional dalam keadaan baik, Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga acuan. Harapan yang sama sudah dikemukakan kalangan perbankan, dan dunia usaha. Pertengahan Juli 2019, bank sentral sudah menurunkan suku bunga 25 bps, jadi 5,75 persen, setelah bertahan 6 persen sejak November 2018.

“Dengan diturunkannya suku bunga acuan tersebut memberikan sinyal ekonomi domestik sedang dalam kondisi baik,” kata Wapres Jusuf Kalla, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (25/7/2019).

JK mengingatkan, BI pernah memiliki kebijakan moneter yang begitu longgar, tahun lalu. Saat itu, tingkat suku bunga hanya 4,5 persen. BI kemudian memutuskan menaikkan suku bunga hingga 175 basis poin (bps) sepanjang tahun tersebut. “Tapi tentu harapannya bisa. Kalau kondisi lebih tenang atau kondisi ekonomi lebih baik, bisa lebih turun lagi.”

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam beberapa kesempatan memberi sinyal BI menerapkan kebijakan lebih akomodatif, salah satunya melalui penurunan suku bunga. Menurut dia, hal tersebut dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Perry Warjiyo mengungkapkan, penurunan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen, setelah mencermati tingkat inflasi yang terjaga rendah. Hingga akhir Juni 2019, tingkat inflasi tercatat 3,28 persen atau masih di bawah target tahunan, 3,5 persen.

Saat memaparkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), di Jakarta, Kamis (18/7/2019), Perry juga melihat perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan stabilitas eksternal terkendali. Jadi, pertimbangan pokok dari keputusan itu, inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Selain Wapres JK, kalangan perbankan juga berharap suku bunga acuan kembali turun. Langkah BI memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen dari sebelumnya 6 persen itu, memberikan angin segar untuk perbankan.

“Kami gembira BI sudah menurunkan bunga 0,25 persen pada Juli ini. Tetapi, memang bunga deposito kita sudah diturunkan 0,25% sejak 1 Juli. Kami harap Fed juga menurunkan bunga dan ke depan diharapkan bunga bisa turun lagi,” kata Presiden Direktur Bank Central Asia, Jahja Setiaatmadja dalam konferensi pers, di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (24/7/2019). ***

 

 

Check Also

Presiden Sepakat Naikkan Tarif Cukai Rokok 23 Persen Tahun 2020
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati: Kenaikan tarif cukai membuat rata-rata harga jual eceran rokok diperkirakan meningkat 35 persen

EmitenNews.com – Hampir pasti para perokok bakal menikmati harga rokok lebih mahal. Presiden Joko Widodo …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *