#
Maskapai Citylink yang pertama mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati

Subang Bakal Miliki Area Industri Smart
Posisi Subang strategis karena berada pada sepanjang jaringan jalan tol Trans Jawa, dekat Bandara Kertajati, selain ada Pelabuhan Laut Dalam Patimban

EmitenNews – Subang, Jawa Barat bakal memiliki area industri pintar (smart) dan berkelanjutan (sustainable) pertama bagi pelanggan dan masyarakat di Indonesia. Rencananya, pembangunan kawasan bertajuk Subang City of Industry itu memasuki tahap groundbreaking, Juli 2019. Penandatanganan kesepakatan proyek masa depan itu, di Denpasar, Bali, Jumat (3/8/2018).

Subang dipilih, karena strategis. Antara lain berada pada sepanjang jaringan jalan tol Trans Jawa. Lalu, dekat dengan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, yang resmi melayani penerbangan regular, Minggu, 1 Juli 2018. Juga ada Pelabuhan Laut Dalam Patimban yang tengah dibangun di Subang, salah satu proyek strategis nasional, untuk pengembangan perekonomian kawasan.

Proyek Subang City of Industry yang dikembangkan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) itu, mendapat pinjaman US$100 juta dari International Finance Coorporation (IFC). Dana dari grup Bank Dunia setara Rp1,42 triliun, dengan kurs 14.284 itu, kata Presiden Direktur SSIA, Johannes Suriadjaja, cukup membiayai pengembangan tahap awal. Untuk pembebasan lahan mengandalkan kas internal perusahaan.

Pembangunan infrastruktur modern, Subang City of Industry itu, bakal dikembangkan di lahan seluas 2.000 hektare, menjadi kota industri yang smart and sustanable. Johannes Suriadjaja mengatakan, Konsep SSIA dalam pengembangan kawasan industri itu, akan banyak menggunakan teknologi masa kini dalam penyediaan infrastruktur, seperti solar energy, pengolahan limbah cair dan limbah keras.

Perusahaan ini juga mengusung sistem green transportation public, menggunakan electric bus, area pedestrian nyaman, memiliki lajur sepeda. Juga tersedia jalur pengangkutan barang yang efisien mengingat kawasan itu berada pada jalur lintasan jalan tol, selain dekat dengan Pelabuhan Patimban, dan Bandara Kertajati, Majalengka.

Dalam rencana besarnya, Kawasan Industri Subang itu akan menjadi kota industri, yang lengkap dengan fasilitas pendukung. Mulai dari sarana pendidikan, fasilitas perumahan, kesehatan, perkantoran dan retail. Selain  kavling industri, juga dikembangkan pusat logistik Jawa Barat di kawasan itu.

Kepada pers, Presiden Direktur SSIA, Johannes Suriadjaja mengaku sangat senang bermitra dengan IFC untuk pembangunan wilayah industri Subang yang baru itu. Dari pengembangan area industri seluas 2.000 hektare itu, diperkirakan akan membuka lebih dari 34.000 lapangan pekerjaan.

Sementara itu, Presiden Direktur IFC Philippe Le Houérou, mengatakan, IFC juga mendorong investasi di sektor pariwisata Indonesia. Dia meyakini sektor pariwisata di Indonesia menawarkan peluang luar biasa di masa depan. Philippe berharap dengan keterlibatannya, Indonesia dapat merealisasikan seluruh potensinya.

Philippe meyakini pembangunan pariwisata harus terus berkembang di luar Bali, ke tujuan wisata lainnya. Ini tujuan penting perencanaan pariwisata nasional pemerintah, didukung oleh IFC dengan mendorong investasi proyek-proyek pariwisata. Terutama di lokasi yang belum sepenuhnya berkembang dan dengan cara ramah lingkungan serta berkelanjutan. ***

Check Also

Penuhi Free Float, Golden Energy MInes (GEMS) Akan Rights Issue 10 Persen Saham

EmitenNews.com – PT Golden Energy MInes Tbk (GEMS) berniat melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: