#
Karyawan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) memerlihatkan cairan olahan dari buah kelapa sawit. Foto: DSNG

T P Rachmat Tambah Kepemilikan Saham di DSNG

Emitennews – Triputra Group tambah kepemilikan di PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG). Kepemilikan perusahaan yang didirikan mantan pemimpin grup Astra, Theodore Permadi (TP) Rachmat tersebut kini bertambah menjadi 25,85 persen di perusahaan kelapa sawit itu.

 

Direktur PT Triputra Investindo Arya, Hadi Kasim, mengumumkan terkait penambahan kepemilikan saham DSNG itu melalui keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini (17/04). Pihaknya membeli sebanyak 85.353.900 saham DSNG pada 12 April 2017.

 

Pembelian dilakukan pada harga Rp 476 per saham dengan tujuan transaksi adalah investasi. Dengan begitu maka nilai transaksi sebesar Rp 40,628 miliar. Pasca transaksi, kepemilikan Triputra Investindo Arya di DSNG bertambah menjadi sebanyak 2.740.279.900 atau setara 25,85 persen.

 

Dalam laporan keuangan DSNG per akhir 2016, kepemilikan Triputra Investindo Arya sebesar 25,05 persen. Tercatat sebagai pemegang saham terbesar di atas PT Krishna Kapital Investama (14,63 persen), PT Mitra Aneka Guna (8,15 persen), PT Tri Nur Cakrawala (7,19 persen), Andrianto Oetomo (5,43 persen), dan Arianto Oetomo (5,43 persen). Sisanya sebesar 34,12 persen milik publik (masyarakat).

 

DSNG sendiri melalui Public Expose pada akhir Maret 2017, optimistis produksi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) pada 2017 membaik. Dampak el-nino memang masih ada tetapi mulai jauh berkurang.

 

Direktur DSNG, Lany Djuwita, mengatakan perubahan iklim sebagai dampak memanasnya suhu air permukaan memang membuat produksi CPO perseroan turun pada 2016. ”Dampak el-nino masih akan dirasakan pada 2017 tetapi tidak sebesar 2016,” ucapnya saat Public Expose di hotel J.S Luwansa, Jakarta (31/03).

 

Pada 2016 produksi CPO perseroan sebanyak 312 ribu ton atau turun 23,4 persen dibandingkan 2015. Hal tersebut, menurutnya, terjadi disebabkan oleh dampak lanjutan el-nino yang terjadi mulai 2015.

 

Meski begitu, DSNG berhasil menekan persentase penurunan penjualan produk CPO-nya menjadi sebanyak 348,4 ribu ton pada 2016 atau berkurang 15 persen dibandingkan 2015. Harga rata-rata penjualan CPO DSNG adalah sekitar Rp 7,54 juta per ton atau naik 10 persen dibandingkan rata-rata pada 2015.

 

Sepanjang 2016 DSNG meraih laba bersih sebesar Rp 250,784 miliar atau turun 10,5 persen dibandingkan Rp 280,450 miliar pada 2015. Sejalan dengan penjualan yang juga turun menjadi sebesar Rp 3,942 triliun pada 2016 atau berkurang 10,9 persen dibandingkan Rp 4,425 triliun pada 2015.

 

Dari total laba sebesar Rp 250,784 miliar pada 2016, sebanyak Rp 52,3 miliar di antaranya atau setara Rp 5 per saham dibagikan sebagai dividen tunai. Sisa laba bersih disepakati sebagai laba ditahan untuk memerkuat modal kerja dan investasi.

 

Pada 2016 DSNG memiliki total lahan tertanam kelapa sawit sekitar 90.288 hektar yang terdiri atas 69.368 hektar tertanam kebun inti dan sisanya dari kebun plasma. Dari jumlah tersebut, yang sudah menghasilkan mencapai 65.181 hektar.

 

DSNG memiliki profil kebun berusia muda dengan rata-rata usia kebun inti sekitar 8,5 tahun. ”Kita selalu cari opportunity untuk pertumbuhan anorganik. Kita memang selalu cari itu,” ucap Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo.

 

Perseroan menganggarkan dana belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar Rp 600 miliar sampai Rp 700 miliar pada tahun ini. ”Stabil sejak tiga tahun terakhir capex kami sebesar itu. Konsistensi dan stabilitas itu penting buat kita,” tegasnya.

Check Also

Menteri Keuangan Ingatkan para Youtuber agar Taat Bayar Pajak

EmitenNews.com – Para Youtuber taatlah dalam membayar pajak. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan masyarakat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: