#

Tahan Laba, RUPS PT Intiland Development (DILD) Angkat Komut Baru

EmitenNews.com – Pengembang properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berencana menahan laba bersih sebesar Rp251,4 miliar yang diperolehnya pada tahun 2019, guna mendukung bisnis Intiland tahun mendatang. Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono, dalam acara Paparan Publik DILD, di Jakarta, Rabu (15/7).

Mempertimbangkan situasi dan kondisi akibat pandemi Covid-19 serta rencana usaha tahun ini, menurut Archied, Perseroan memutuskan untuk belum membagikan dividen atas laba yang diperoleh tahun 2019. Dengan demikian, seluruh laba bersih yang diperoleh Perseroan akan digunakan sebagai laba ditahan sebesar Rp249,4 miliar dan sisanya sebesar Rp2 miliar sebagai cadangan wajib.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemegang saham yang telah memberikan persetujuan seluruh agenda RUPS Tahunan yang diusulkan oleh manajemen,”kata Archied

Baca juga: Laba Intiland Development Tbk (DILD) Melonjak 74,74 Persen Jadi Rp84 Miliar di Kuartal I-2020

 

Archied menambahkan bahwa dalam Rapat, pemegang saham juga telah sepakat adanya perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Telah disetujui, Wakil Direktur Utama Perseroan Sinarto Dharmawan menduduki posisi baru sebagai Komisaris Utama. Keanggotaan Dewan Komisaris juga diperkuat dengan penunjukan Friso Palilingan selaku Komisaris Independen.

“Friso Palilingan sebelumnya menjabat sebagai anggota Komite Audit Perseroan sejak tahun 2013. Beliau memiliki pengalaman panjang di bidang keuangan dan akuntansi. Peraih gelar master di bidang akuntansi dari Kwik Kian Gie School of Business ini menjabat sebagai Rekan di PKF Indonesia dan anggota Dewan Standar Akuntansi Keuangan di Ikatan Akuntan Indonesia,”ujar Archied.

Lebih dalam Archied mengakui bahwa, industri properti menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Banyak konsumen dan investor properti cenderung bersikap menunggu kondisi membaik dan memilih untuk menunda dulu pembelian.

“Hampir semua developer menghadapi tantangan yang cukup berat, termasuk dampak dari pandemi Covid-19 . Meskipun daya beli pasar tetap ada, konsumen memilih untuk menunda pembelian atau investasi. Penjualan properti masih didominasi pasar end user, terutama di segmen menegah ke bawah,”pungkas Archied.

Check Also

Satgas Covid-19 Mencatat Pasien Sembuh di Indonesia Kamis Ini Hampir 4 Ribu Orang
Hari ini ada 5 provinsi yang melaporkan tak ada tambahan kasus infeksi virus corona; Daerah Istimewa Aceh, Kalimantan Barat, Papua, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara

EmitenNews.com – Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat jumlah pasien positif di Indonesia yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: