#
TELE kini merupakan produsen smartphone BlackBerry. Foto: therecord.com

TELE Incar Pendapatan Rp30,8 Triliun

EmitenNews – Persentase pertumbuhan kinerja PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) pada awal tahun ini memang relatif lambat. Meski begitu perseroan optimistis sampai akhir tahun akan semakin membaik terlebih didorong potensi kenaikan pada setiap terjadi libur hari raya seperti Idul Fitri dan Natal.

Pada tiga bulan awal 2017, penjualan voucher pulsa dan kartu prabayar masih mendominasi mencapai Rp 5,323 triliun diikuti penjualan ponsel sebesar Rp 1,090 triliun dan lainnya Rp 29 miliar. Maka total pendapatan pada triwulan pertama tahun ini sebesar Rp 6,414 triliun atau naik 2,2 persen dibandingkan Rp 6,271 triliun pada triwulan pertama 2016.

Laba bersih tercatat sebesar Rp 117,146 miliar pada triwulan pertama tahun ini atau naik 5,6 persen dibandingkan Rp 110,894 miliar pada periode sama 2016.

Direktur Utama TELE, Tan Lie Pin, mengungkapkan pada tahun ini pihaknya menargetkan pendapatan sebesar Rp30,8 triliun. Dengan begitu maka ada potensi pertumbuhan sekitar 10 persen sampai 15 persen jika dibandingkan pendapatan sebesar Rp 27,310 triliun pada 2016.

Perseroan akan terus melakukan pengembangan jaringan dan layanan baru bekerjasama dengan para operator. ”Penjualan di segmen voucher masih terus meningkat akibat peningkatan layanan data setelah operator mengeluarkan teknologi 4G dan juga buah dari ekspansi perseroan,” kata dia.

Market share TELE jika dilihat dari hasil kerjasama dengan operator, dari sisi pendapatan (by revenue) masih didominasi oleh penjualan produk Telkomsel sebesar 60 persen. Di tempat kedua adalah produk Indosat dengan market share sebesar 18 persen, dan XL Axiata sebesar 16 persen. Sebesar 6 persen sisanya adalah produk lain seperti Hutchinson, Smartfren, dan lainnya.

Market share dari sisi subscriber atau pelanggan juga didominasi Telkomsel sebesar 55 persen diikuti Indosat dengan market share sebesar 25 persen, XL Axiata sebesar 15 persen, dan 5 persen sisanya adalah produk dari operator lainnya.

Tiga hal akan dilakukan TELE untuk memerkuat bisnis pada 2017. Pertama, memaintain posisi sebagai pemimpin pasar distributor voucher ponsel. Kedua, menjadi pemimpin distributor dan mobile retail business untuk produk ponsel (mobile handset). Ketiga, mulai merambah digital technology.

Check Also

Pakuwon Jati (PWON) Beli Mal Hartono Solo Baru, dan Hotel Marriot Yogyakarta Rp1,359 triliun.

EmitenNews.com – PT Pakuwon Permai, anak usaha PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menyatakan  telah membeli …

%d bloggers like this: