#

TICMI Siapkan SDM Profesi Pasar Modal Indonesia

EmitenNews.com – The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) secara resmi telah meluluskan lebih dari 20.000 peserta dari berbagai program sertifikasi profesi pasar modal.

Program tersebut di antaranya adalah Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE), WPPE Pemasaran, WPPE Pemasaran Terbatas, Wakil Manajer Investasi (WMI), Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE), dan Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM).

Pencapaian ini menunjukkan pertumbuhan profesional pasar modal yang pesat, karena dalam 2 tahun ini, TICMI telah meluluskan 5.000 peserta (2017) dan 10.000 peserta (2018).

Pada tahun ini, lulusan TICMI banyak berasal dari profesional perbankan yang memiliki kebutuhan WPPE Pemasaran untuk dapat memperjualbelikan efek pasar modal, khususnya reksa dana dan obligasi, ke para nasabahnya.

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari salah satu inovasi TICMI untuk menggunakan sarana yang lebih efektif dan efisien yaitu melalui platform digital.

TICMI sebagai pusat data, edukasi, dan profesi pasar modal telah melahirkan beberapa inisiatif digital dari perpustakaan digital RIDMI (Ruang Informasi Digital TICMI), asisten virtual Sonya (chatbot), website Kampung Pasar Modal, Sekolah Pasar Modal (SPM) Online, workshop webinar, hingga kelas sertifikasi online yang tentunya sangat mendukung peningkatan literasi sekaligus inklusi pasar modal Indonesia.

Laksono Widodo, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI menyampaikan, kebutuhan data dan edukasi pelaku pasar modal, termasuk para Anggota Bursa, akan semakin berkembang dalam beberapa tahun ke depan agar bisa beradaptasi dengan kemajuan zaman.

“TICMI telah sangat membantu kami dalam mendukung kedua hal tersebut,” ujarnya dalam siaran persnya, Jumat (26/9).

Selain itu, Direktur Utama TICMI, Mety Yusantiati juga menjelaskan bahwa mulai saat ini TICMI akan lebih fokus kepada pengembangan kualitas profesional, investor, maupun akademisi pasar modal dan ketersediaan data/informasi pasar modal untuk menyambut era Society 5.0.

“Saat ini banyak investor luar negeri yang berlomba-lomba datang ke Indonesia karena potensi besarnya di masa depan, namun sayangnya hal tersebut belum diimbangi dengan literasi dan inklusi pasar modal kita yang masih sangat rendah,” tuturnya.

Di samping itu, lanjutnya SDM juga sudah mulai banyak terdisrupsi oleh kemajuan teknologi yang semakin pesat di era Industry 4.0.

“Dengan beberapa inisiatif yang telah dan akan terus kami lakukan, TICMI tentunya memiliki peranan yang besar untuk menghadapi kedua hal tersebut di era Society 5.0 yang akan sangat mengandalkan teknologi informasi namun berpusat pada kebutuhan manusia, baik profesional, investor, maupun akademisi”, tandasnya. (Romys)

Check Also

Terlambat Sampaikan Laporan Keuangan, BEI Masih Suspensi 10 Emiten Ini

EmitenNews.com – Hingga kuartal III tahun ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menghentikan aktivitas perdagangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: