#
Wiku Adisasmito. (Dok. Indonews).

Tidak ada Jaminan Daerah Aman dari Penularan Virus Corona Meski Masuk Zona Hijau
"Meskipun daerah dengan zona merah cenderung menurun jumlahnya setiap pekan, bukan berarti kabupaten kota sudah merasa aman berada di zona oranye, atau hijau," ujar Wiku Adisasmito

EmitenNews.com – Tidak ada jaminan daerah aman dari penularan virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (Covid-19). Meski daerah tersebut berada pada zona oranye, kuning, atau zona hijau Covid-19 sekalipun, virus yang dikabarkan berasal dari Wuhan, Hubei, China itu, bisa saja sewaktu-waktu mewabah. Karena itu tidak boleh lengah atas bahaya virus corona.

“Meskipun daerah dengan zona merah cenderung menurun jumlahnya setiap pekan, bukan berarti kabupaten kota sudah merasa aman berada di zona oranye,” ujar Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam keterangannya yang dikutip Rabu (14/10/2020).

Dalam catatan Satgas, ada 94 kabupaten kota berada di zona oranye selama 6 pekan berturut-turut. Daerah-daerah ini diharapkan dapat melebihi skoring 2,4 agar bisa berpindah menjadi zona kuning atau hijau. Target penanganan Covid-19, seluruh wilayah dapat menjadi zona hijau. Itu berarti, tidak ada kasus baru di wilayah tersebut selama 4 minggu berturut-turut dan kesembuhannya mencapai 100 persen.

Secara nasional, jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 hingga Rabu pukul 12.00 WIB ada 4.127 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Penambahan itu menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 344.749 orang. Sehari sebelumnya, Selasa (13/10/2020) total penderita mencapai 340.622 orang. Dari jumlah tersebut, 263.296 orang dinyatakan sembuh dan 12.027 orang meninggal dunia.

Wiku Adisasmito mengatakan sekitar 65 persen kabupaten/kota di Indonesia atau 336 daerah masuk kategori zona risiko sedang atau zona oranye Covid-19 per 11 Oktober. Pada pekan sebelumnya, kabupaten/kota yang masuk zona oranye Covid-19 hanya 307 daerah. Daerah yang masuk dalam zona kuning sebanyak 100 kabupaten/kota, turun dari pekan lalu, yang 121 daerah.

“Melihat jumlah daerah pada zona kuning berarti ada 65 persen kabupaten dan kota di Indonesia berada di zona oranye,” kata pejabat Kementerian Kesehatan ini, Rabu (14/10/2020).

Untuk zona merah Covid-19 terdapat 53 daerah, turun dari sebelumnya 54 daerah. Sedangkan zona hijau atau tak terdampak dan kasus baru Covid-19 menjadi 25 daerah.

Wiku mengingatkan masyarakat agar tak lengah meski zonasi daerahnya masuk kategori kuning atau hijau. Pasalnya, zonasi risiko Covid-19 bersifat dinamis, bisa berubah menjadi kategori oranye atau merah sewaktu-waktu. Karena itu, tak ada jaminan aman dari penularan Covid-19, meski daerah tersebut berada pada zona oranye, kuning, atau zona hijau Covid-19.

Sampai di sini perlu diingatkan, mengingat pandemi covid-19 dari hari ke hari belum menunjukkan tanda-tanda melandai, semua kalangan harus makin menyadari pentingnya mematuhi penerapan protokol kesehatan. Gunakan masker walaupun di rumah, terutama jika ada anggota keluarga yang rentan tertular virus corona, seperti orang tua, dan anak-anak.

Usahakan tetap di rumah. Kalau terpaksa harus keluar rumah, harap diingat untuk selalu mematuhi jarak aman, tentu dengan tetap memakai masker. Jangan lupa pula untuk menjaga kebersihan, dan rajin mencuci tangan dengan sabun. Yang tak kalah pentingnya, ingatlah untuk selalu berdoa, memohon lindungan Allah. ***

Berikut arti ke empat kategori zona:

  1. Zona hijau berarti sebuah wilayah sudah tidak ada kasus atau infeksi virus corona. Aktivitas seperti biasa juga sudah bisa berjalan normal. Meski begitu, sekalipun relatif aman, tetap perlu ada kesadaran masyarakat untuk meningkatkan jarak sosial, cuci tangan, hingga pemakaian masker.
  2. Zona kuning, artinya ada beberapa kasus Covid-19 dengan beberapa penularan lokal. Zona kuning akan menerapkan protokol kesehatan yang sama dengan Zona Hijau; mengidentifikasi kontak dari kasus dikonfirmasi (pelacakan kontak), dan melakukan pengujian, pemantauan maupun isolasi mandiri. Tak lupa melakukan jarak sosial, mencuci tangan, dan etika bersin.
  3. Zona Merah, artinya masih ada kasus Covid-19 pada satu atau lebih klaster dengan peningkatan kasus tinggi. Dalam kategori ini, diperlukan protokol kesehatan yang serius, seperti menutup sekolah, tempat ibadah, dan bisnis. Selain itu, batasi perjalanan hanya untuk tujuan penting. Perlu menyediakan fasilitas terpisah untuk kasus infeksi dari layanan kesehatan lainnya.
  4. Zona hitam, artinya kasus Covid-19 pada suatu daerah sudah sangat parah. ***

Check Also

Pertimbangkan Pandemi Covid-19, Pemerintah Putuskan Upah Minimum 2021 Tidak Naik
Presiden KSPI Said Iqbal: bila upah minimum tidak naik, daya beli masyarakat akan semakin turun. Tingkat konsumsi masyarakat anjlok, dan ujung-ujungnya berdampak negatif buat perekonomian

EmitenNews.com – Mempertimbangkan kondnisi perekonomian di tengah pandemi covid-19, pemerintah memutuskan upah minimum 2021 tidak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: