#
Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. (Dok. Penapolitik).

Tuntutan Jaksa Kasus Jiwasraya, Penjara Seumur Hidup untuk Heru Hidayat
Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat dinilai terbukti bersalah dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang menyebabkan kerugian negara Rp16,807 triliun

EmitenNews.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Retno Liestyanti juga menuntut Heru Hidayat hukuman penjara seumur hidup, dan denda Rp5 miliar, ditambah  membayar uang pengganti Rp10,728 triliun. Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat itu, dinilai terbukti bersalah dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang menyebabkan kerugian negara Rp16,807 triliun, selain melakukan tindak pidana pencucian uang.

“Menuntut supaya hakim pengadilan menyatakan terdakwa Heru Hidayat secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dan pencucian uang sebagaimana dakwaan pertama primer, kedua dan ketiga,” kata Jaksa Retno Liestyanti dalam sidang di PN Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2020).

Untuk itu jaksa meminta majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Heru Hidayat berupa pidana penjara selama seumur hidup ditambah denda Rp5 miliar subsider 1 tahun kurungan. Selain pidana pokok, JPU juga menuntut hukuman tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti Rp10,728 triliun. Uang tersebut harus dibayar paling lambat satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

Jika tidak, urai Jaksa Retno, harta benda Heru akan disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. “Bila hartanya tidak mencukupi maka diganti hukuman selama 10 tahun penjara.”

Dalam pertimbangan JPU, hal yang memberatkan, Heru tidak mendukung program pemerintah dalam hal tindak pidana korupsi. Perbuatannya dinilai menimbulkan kerugian negara sangat besar, serta tak mengakui perbuatannya.

Tuntutan tersebut berdasarkan dakwaan pertama primer dari pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dakwaan kedua pasal 3 ayat (1) huruf c UU No 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah UU No 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Dakwaan ketiga pasal 3 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Dalam uraian tuntutan dakwaan pertama, JPU Kejaksaan Agung menilai Heru Hidayat terbukti menerima keuntungan Rp10,728 triliun. “Terdakwa Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro mengelola underlying 21 reksa dana pada 13 manajer investasi diperkaya sebesar Rp12,157 triliun sehingga masing-masing mendapat Rp6,078 triliun.”

Heru Hidayat juga mendapatkan keuntungan tambahan Rp4,650 triliun. Dengan begitu total keuntungan Heru, Rp10,728 triliun. Dalam dakwaan kedua dan ketiga, Heru dinyatakan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan sebagai hasil tindak pidana korupsi selama 2008-2010 dan 2010-2018 dengan sejumlah cara.

Dalam perkara yang sama, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung, KMS Roni, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/10/2020), juga menuntut hukuman penjara seumur hidup dan denda Rp5 miliar subsider satu tahun kurungan bagi Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro. JPU juga melayangkan tuntutan pidana tambahan bayar denda pengganti Rp6,078 triliun.

Dalam tuntutannya Jaksa Roni menyebutkan, Bentjok dinilai terbukti korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang merugikan keuangan negara Rp16,807 triliun. Jaksa meminta majelis hakim menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama. Bentjok juga dipersalah dalam kasus pencucian uang sebagaimana dakwaan pertama primer dan kedua.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama seumur hidup ditambah denda Rp5 miliar subsider 1 tahun kurungan,” kata Jaksa Penuntut Umum KMS Roni.

Sebelumnya Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (12/10/2020) malam, menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup kepada empat terdakwa kasus korupsi pengelolaan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Keempatnya, mantan Direktur Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, serta Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

“Terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan primer, (kedua) menjatuhkan terhadap terdakwa pidana seumur hidup. Ketiga, memerintahkan terdakwa tetap ditahan,” ujar hakim ketua Susanti dalam sidang yang digelar secara virtual itu. ***

 

Check Also

Tuntutan Pidana Seumur Hidup untuk Mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya
"Menuntut, supaya majelis hakim memutuskan, menjatuhkan pidana penjara terhadap Terdakwa Hary Prasetyo selama seumur hidup," ucap Jaksa Yanuar Utomo

EmitenNews.com – Tuntutan pidana penjara seumur hidup untuk mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: