3 Konglo Masuk Wantimpres, Saham Jusuf Hamka (CMNP) Paling Ngegas 5%
:
0
3 Konglo Masuk Wantimpres, Saham Jusuf Hamka (CMNP) Paling Ngegas 5,8 Persen. Foto: Bloomberg Technoz
EmitenNews.com - Beberapa nama konglomerat masuk dalam jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia kala dilantik Jumat (2/10) di Istana Negara, Jakarta.
Di antaranya yaitu Dato’ Sri Tahir, Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka. Ketiganya dikenal sebagai pemilik saham-saham yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI). Seperti CMNP, BBHI, MEGA, MAYA, hingga SRAJ.
Tiga nama konglo tersebut menjadi tiga dari total 26 orang yang dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai penasihat yang berasal dari beragam latar keahlian, profesi, afiliasi politik hingga organisasi keagamaan dan kebudayaan.
Pelantikan yang dipimpin Pratikno sebagai Ketua dan Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua itu langsung disorot pelaku pasar. Namun pergerakan saham-saham milik ketiganya pada penutupan Jumat (2/10) tidak kompak menguat.
Berdasarkan pantauan Stockbit, hanya saham milik Jusuf Hamka yang melesat kencang.
Emiten jalan tol miliknya, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) ditutup di 1.460, naik 80 poin atau +5,80%. CMNP dibuka di 1.380, sempat turun ke level terendah 1.365, sebelum berbalik menguat ke level tertinggi 1.490 dengan harga rata-rata 1.450.
Penguatan itu terjadi berbarengan dengan pelantikannya sebagai Wantimpres. Dalam laporan bukan registrasi pemegang efek per 9 September 2026, Jusuf Hamka tercatat memiliki 3,3% saham CMNP secara langsung dan mengendalikan 59,35% saham CMNP melalui BNP Paribas Wealth Management Singapore Branch.
Berbeda dengan Jusuf Hamka (CMNP), tiga emiten terafiliasi CT Corp justru bergerak bervariasi:
• PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI): 800, naik Rp15 atau +1,91%
• PT Bank Mega Tbk (MEGA): 1.945, naik 10 atau +0,52%
Related News
Grup Sinarmas Perkuat Ekosistem AI, dan Infrastruktur Digital
Sabet Best Technology EmitenNews Awards 2026, MTDL Perkuat Inovasi ini
Pefindo Tarik Peringkat OTO Usai Merger dengan SOF
Emiten Ini Pinjam ke Pemegang Saham untuk Lunasi Utang ke Bank
KIJA Akuisisi Kawasan Industri di Jawa Tengah
Target OJK, 2027 Ada Lima Bank Syariah Beraset Jumbo di Indonesia





