Ada Kabar! Perusahaan Properti & Tambang Emas Milik Prajogo Bakal IPO

Petugas lapangan di salah satu pabrik kepemilikan Prajogo Pangestu. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Konglomerat Prajogo Pangestu, dikabarkan tengah menyiapkan dua perusahaan terafiliasi miliknya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia melalui skema penawaran umum perdana saham (IPO). Dua sektor strategis yang disiapkan untuk IPO tersebut adalah properti dan tambang emas.
Informasi ini beredar di kalangan pelaku pasar usai seremoni pencatatan saham perdana empat emiten baru, yakni BLOG, PMUI, MERI, dan CHEK di Gedung BEI, Kamis (10/7).
“Yang kami tahu, dua perusahaan milik Prajogo Pangestu tengah mempersiapkan IPO. Satu di bidang properti yaitu Griya Idola, dan satu lagi adalah perusahaan tambang emas,” ujar seorang sumber pasar.
Griya Idola sendiri berada di bawah kendali Barito Pacific Tbk. (BRPT), dengan porsi kepemilikan mencapai 99,9%. Perusahaan ini memiliki cadangan lahan besar yakni sekitar 1.200 hektare di Subang dan pengembangan kawasan hunian di Tangerang.
Sementara itu, di sektor tambang emas, sumber menyebut Prajogo memiliki dua perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP), salah satunya beroperasi di bawah bendera PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN). Namun menariknya, disebutkan bahwa tambang emas yang akan IPO memiliki cadangan lebih besar dari yang dimiliki CUAN.
“Kalau yang satu lagi itu, cadangan emasnya lebih besar dari CUAN. Ini bisa jadi IPO yang heboh jika benar direalisasikan,” kata sumber tersebut.
Jika benar terealisasi, maka langkah ini akan menambah panjang daftar perusahaan milik taipan energi ini yang telah melantai di bursa. Saat ini, saham-saham milik Prajogo Pangestu yang sudah tercatat di BEI antara lain BREN (Barito Renewables Energy Tbk.), CUAN, TPIA (Chandra Asri Pacific Tbk.), BRPT (Barito Pacific Tbk.), serta pendatang baru CDIA (Chandra Daya Investasi Tbk.).
Related News

Terang Dunia Internusa (UNTD) Catat Terjadi Penurunan Penjualan Neto

BEI Ungkap Penerapan Short Selling Bulan Depan

Imbas Demo, BNI Tutup Sementara 4 Kantor Cabang di Jakarta

Sentra Investa Buang Satu Juta Saham BMBL di FCA, Buat Apa?

Bos Bank KB (BBKP) Lepas 11,9 Juta Saham Harga Atas

IMAS Grup Salim Umumkan Caplok 99,98 Persen Saham Nissan Motor