ADES Timbun Laba Rp2,43T, Kapan Giliran Investor Menikmati Dividen?
:
0
PT Akasha Wira International Tbk (ADES)
EmitenNews.com - PT Akasha Wira International Tbk (ADES) kembali memperpanjang periode puasa dividen para pemegang saham setelah memutuskan seluruh laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp741,58 miliar ditahan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan.
Keputusan yang diambil dari RUPS Tahunan 17 Juni 2026 tersebut membuat gunungan saldo laba Perseroan semakin membesar. Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya (upappropriated retained earnings) naik dari Rp1,43 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp2,17 triliun pada akhir 2025.
Bahkan, memasuki kuartal I 2026, gunungan laba tersebut kembali bertambah menjadi Rp2,43 triliun seiring perolehan laba bersih sebesar Rp255,52 miliar.
Di sisi lain, keputusan ini juga memperpanjang catatan absennya pembagian dividen oleh perseroan. Berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia, dalam lima tahun berturut-turut Perseroan tidak membagikan dividen.
Manajemen ADES, dalam keterbukaan informasi, Jumat (19/6/2026) menjelaskan, kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga fleksibilitas pendanaan ekspansi jangka panjang.
"Perseroan baru akan mempertimbangkan pembagian dividen apabila kebutuhan investasi telah terpenuhi dan terdapat kelebihan kas (excess cash)," tulis manajemen.
Baca juga: Tantang Dominasi YUPI, Akasha (ADES) Bidik Pasar Gummy Rp15 Triliun
Dalam kesempatan yang sama, manajemen ADES juga menyatakan bahwa perseroan memiliki program ekspansi ke luar negeri yang menjadi salah satu rencana strategis Perseroan.
Ekspansi tersebut bertujuan untuk mendukung pertumbuhan dan target penjualan di masa yang akan datang.
Related News
Untuk Alasan yang Sama, Direktur GMFI Ini Kembali Tambah Sahamnya
Getol Ekspansi, BRPT Klaim 90% Investasi Tetap Mengalir ke Indonesia
Pengendali Emiten Gocap (REAL) Jual 100 Juta Saham Rp5,5M, Ada Apa?
KAQI Gaspol Ekspansi! Buka Cabang Baru di Kudus, Jawa Tengah
Bos Emiten Kabel Laut (KETR) Tampung Saham Divestasi Pengendali Rp9,6M
AMMN Karungkan Laba USD504 Juta H1 2026, Utang Bersih Drop 13 Persen





