MTEL Catat Pendapatan Rp4,69 Triliun, Transformasi Searah Danantara
:
0
Pengurus MTEL kala menjelaskan sejumlah capaian sepanjang 2025. Foto - Dok Emitennews
EmitenNews.com - Dayamitra Telekomunikasi alias Mitratel (MTEL), perusahaan menara telekomunikasi terbesar Indonesia dan Asia Tenggara, secara konsisten memperkuat posisi sebagai penyedia infrastruktur digital terintegrasi selaras arah transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia, dan Telkom Group. Transformasi itu, berbuah hasil positif seperti tercermin pada capaian kinerja Mitratel selama paruh pertama 2026, ditopang pertumbuhan bisnis solid dengan fundamental keuangan kuat, profitabilitas tetap terjaga, dan akselerasi bisnis digital sebagai pilar pertumbuhan jangka panjang.
Paruh I-2026, Mitratel membukukan pendapatan Rp4,69 triliun, meningkat 2,1 persen secara tahunan (YoY). Pertumbuhan itu, terutama ditopang bisnis penyewaan menara sebagai core business dengan kontribusi 81,7 persen terhadap total pendapatan. Di sisi lain, bisnis fiber terus menunjukkan pertumbuhan kuat, dan makin berperan sebagai mesin pertumbuhan baru seiring strategi Mitratel membangun ekosistem infrastruktur digital terintegrasi.
Mitratel juga membukukan EBITDA Rp3,89 triliun, tumbuh 0,8 persen YoY, dengan EBITDA margin tetap tinggi 82,9 persen. Sementara itu, laba bersih mencapai Rp1,11 triliun, meningkat 1,5 persen YoY, dengan net profit margin 23,7 persen. Kinerja itu, mencerminkan kemampuan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi operasional, dan disiplin pengelolaan biaya sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan berkualitas, dan berkelanjutan.
Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, mengatakan capaian itu, merupakan hasil implementasi strategi transformasi secara konsisten, sesuai arah transformasi Danantara, dan Telkom Group untuk memperkuat daya saing sekaligus menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang sektor infrastruktur digital. Transformasi bukan sekadar memperluas portofolio bisnis, tetapi membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang, dengan dorongan penguatan daya saing, penciptaan nilai tambah, dan peningkatan efisiensi sesuai langkah transformatif Danantara Indonesia dan Telkom Group.
”Mitratel terus berevolusi dari perusahaan menara menjadi penyedia infrastruktur digital terintegrasi melalui pengembangan solusi fiber, Fixed Wireless Access (FWA), hingga Power-as-aService (PaaS). Strategi itu, memperkuat posisi kami dalam mendukung percepatan digitalisasi Indonesia sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru berkelanjutan bagi perseroan,” tegas Theodorus Ardi Hartoko.
Nah, dari sisi operasional, Mitratel makin memperkokoh kepemimpinan sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar Indonesia, dan Asia Tenggara. Semester I-2026, Mitratel mengelola 40.563 menara, dengan 59 persen berada di luar Pulau Jawa sebagai wilayah pertumbuhan utama. Strategi ekspansi itu, berhasil mendorong kolokasi tumbuh 10,3 persen YoY menjadi 23.303 tenant, sehingga meningkatkan tenancy ratio menjadi 1,57x. Peningkatan itu, mencerminkan optimalisasi aset makin tinggi sekaligus meningkatkan kepercayaan operator seluler terhadap kualitas infrastruktur Mitratel.
Sebagai bagian dari transformasi menuju Next-Generation Tower Company, Mitratel terus mempercepat pengembangan bisnis fiber kini menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama. Paruh I-2026, jaringan fiber tumbuh 13,9 persen YoY menjadi 74.779 km billable length, memperkuat kapabilitas Mitratel dalam menghadirkan solusi infrastruktur digital makin terintegrasi. Transformasi itu, diperkuat melalui pengembangan solusi Fiber-to-the-Tower (FTTT) untuk mendukung layanan Fixed Wireless Access (FWA), dan Power-as-aService (PaaS) memberi solusi penyediaan energi lebih efisien, andal, dan berkelanjutan bagi operator telekomunikasi.
Melalui layanan PaaS, Mitratel juga mengembangkan inovasi Green Tower as a Service (GTaaS) sebagai sumber pendapatan berulang (recurring revenue) baru sekaligus mendukung efisiensi energi pelanggan. Selain memperluas portofolio bisnis, Mitratel terus meningkatkan operational excellence melalui pemanfaatan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI). Inovasi AIONIC One digunakan untuk meningkatkan akurasi identifikasi perangkat setiap menara, memperkuat efektivitas operasional, meningkatkan produktivitas aset, mendukung pengambilan keputusan lebih cepat, dan berbasis data.
Ke depan, Mitratel optimistis prospek bisnis jangka panjang tetap positif. Salah satu katalis utama dari rencana pemerintah melaksanakan lelang spektrum 700 MHz, dan 2,6 GHz, diperkirakan mendorong ekspansi jaringan operator secara signifikan, terutama wilayah rural, dan luar Pulau Jawa. Dengan portofolio aset terbesar Asia Tenggara, kapabilitas analitik berbasis AI, dan fundamental keuangan solid, Mitratel berada pada posisi strategis untuk menjadi mitra utama operator dalam mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional.
“Dengan fundamental kuat, transformasi berjalan konsisten selaras arah transformasi Danantara dan Telkom Group, serta disiplin dalam menjaga profitabilitas, kami optimistis Mitratel akan terus menciptakan pertumbuhan berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemegang saham. Kami berkomitmen memperkuat posisi sebagai NextGeneration Tower Company yang menghadirkan solusi infrastruktur digital end-to-end untuk mendukung percepatan transformasi digital Indonesia,” tukas Theodorus. (*)
Related News
Laba Bersih CBDK Semester I 2026 Lompati Full Year 2025
Penjualan Emiten Anthoni Salim Naik, Laba Bersihnya Turun Jadi Rp4,72T
Danamon (BDMN) Bukukan Laba Bersih Rp2,4 Triliun, Tumbuh 33 Persen
Partisipasi Minim, Iforte Perpanjang Masa VTO IBST hingga 3 September
Direktur Wira Global Solusi (WGSH) Ini Undur Diri, Efektif 31 Juli
Keputusan Strategis, Triputra Agro Persada (TAPG) Bagi Dividen Rp1,19T





