Agustus 2026, Bank Mandiri Gulirkan KUR Rp29,53 Triliun
:
0
Gedung Bank Mandiri tampak menjulang. FOTO - Dok Emitennews
EmitenNews.com - Memasuki usia ke-28 tahun, Bank Mandiri terus menghadirkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha berbagai daerah untuk membuka ruang bagi usaha tumbuh lebih jauh. Melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), dukungan tersebut terutama diarahkan kepada sektor produksi bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari pertanian, jasa produksi, hingga industri pengolahan.
Hingga 31 Agustus 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp29,53 triliun, atau mencapai 72,03 persen dari target tahun ini Rp41 triliun. Penyaluran tersebut telah menjangkau 223.284 debitur UMKM seluruh Indonesia, sekaligus membantu pelaku usaha mengembangkan kapasitas bisnis dan meningkatkan skala usaha.
Komitmen terhadap sektor produktif tercermin dari komposisi penyaluran KUR Bank Mandiri. Hingga delapan bulan pertama 2026, sebesar 64,48 persen atau Rp19,04 triliun KUR Bank Mandiri mengalir ke sektor produksi, sementara 35,52 persen atau Rp10,48 triliun mengalir ke sektor nonproduksi.
Rinciannya, sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan penyaluran mencapai Rp9,84 triliun atau 33,32 persen, diikuti sektor jasa produksi Rp6,47 triliun atau 21,92 persen, industri pengolahan Rp2,28 triliun atau 7,75 persen. Penyaluran juga mencakup sektor perikanan mencapai Rp424 miliar dengan tren terus bertumbuh.
Komposisi itu, menunjukkan fokus Bank Mandiri dalam memperluas pembiayaan ke aktivitas usaha yang menghasilkan barang dan jasa sekaligus memiliki keterkaitan dengan rantai pasok perekonomian, termasuk sektor pangan dari hulu hingga hilir.
Senior Vice President Micro Development and Agent Banking Bank Mandiri Bayu Trisno Arief Setiawan mengatakan, pertumbuhan UMKM memiliki peran penting dalam menciptakan aktivitas ekonomi lebih luas. Karena itu, penyaluran KUR diarahkan untuk membuka akses pembiayaan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan produktivitas, memperkuat kapasitas usaha, dan berkembang bersama ekosistem di sekitarnya.
“Bank Mandiri melihat bahwa pertumbuhan pelaku usaha tidak berdiri sendiri. Ketika petani dapat meningkatkan produktivitas, maka terdapat peluang bagi sektor perdagangan, jasa, pengolahan, hingga distribusi untuk ikut berkembang. Karena itu, pembiayaan KUR kami arahkan untuk mendukung rantai aktivitas ekonomi tersebut, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Senin (28/9).
Lebih lanjut, hingga 31 Agustus 2026, kualitas penyaluran KUR Bank Mandiri tetap terjaga dengan non-performing loan (NPL) di bawah 1 persen. Di sisi lain, Bank Mandiri juga terus memperluas akses bagi pelaku usaha sebelumnya belum memperoleh pembiayaan KUR.
Pada periode sama, realisasi debitur baru mencapai 157.839 debitur, atau 71,75 persen dari target tahun 2026 sebanyak 220.000 debitur. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 71 persen dari total debitur penerima KUR Bank Mandiri sepanjang 2026 hingga Agustus.
Secara historis, sejak kali pertama menyalurkan KUR pada 2008 hingga 31 Agustus 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan Rp332,77 triliun kepada 3,81 juta debitur. Capaian tersebut turut mencerminkan konsistensi bank berlogo pita emas ini dalam menjalankan mandat pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil sekaligus mendorong inklusi keuangan.
Related News
Pengendali ADMF Lego 55,93 Juta Lembar, Simak Tujuannya
Jumlah Mobil Baru Melonjak, ASLC Integrasikan Ekosistem Mobkas
3 Konglo Masuk Wantimpres, Saham Jusuf Hamka (CMNP) Paling Ngegas 5%
Grup Sinarmas Perkuat Ekosistem AI, dan Infrastruktur Digital
Sabet Best Technology EmitenNews Awards 2026, MTDL Perkuat Inovasi ini
Pefindo Tarik Peringkat OTO Usai Merger dengan SOF





