Akselerasi Bisnis Pembayaran Digital, Bank DKI Gandeng BC Card Asia Pacific

Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI, Amirul Wicaksono (tengah-kanan) dan CEO BC Card Asia Pacific, Hong Seok Man (tengah-kiri) melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan antara PT Bank DKI dan BC Card Asia Pacific, tentang penyediaan sistem dan layanan Acquiring bagi nasabah Bank DKI, disaksikan oleh CEO MJL, Myoung Jun Lee (paling kiri), CEO BC Card Korea, Choi Wonseok (kiri kedua), serta Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 1 DKI Jakarta & Banten, Roberto Akyuwen (kanan) di Jakarta , Senin (7/3/2023). dok. ist..
EmitenNews.com - PT Bank DKI dan BC Card Asia Pacific, di Jakarta, Selasa (7/3/2023), menandatangani Nota Kesepakatan tentang penyediaan sistem dan layanan Acquiring bagi nasabah Bank DKI.
Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy, Bank DKI terus berupaya menyediakan layanan digital yang mumpuni melalui berbagai kolaborasi. Di antaranya pengembangan layanan kerja sama cross border untuk pembayaran di luar negeri, kolaborasi pemanfaatan teknologi cloud computing guna memperkuat layanan dan ekosistem digital perbankan.
Terakhir, Bank DKI sukses melakukan kolaborasi dengan Bank BCA dan jaringan PRIMA untuk pemanfaatan layanan Setor dan Tarik Tunai Tanpa Kartu di jaringan ATM BCA, ATM Bank BNI, dan CIMB Niaga berlogo jaringan PRIMA yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara.
Hadir dalam seremoni itu, sejumlah petinggi dari ke dua pihak. Di antarnya, CEO MJL, Myoung Jun Lee, CEO BC Card Korea, Choi Wonseok, CEO BC Card Asia Pacific, Hong Seok Man, Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI, Amirul Wicaksono, dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 1 DKI Jakarta & Banten, Roberto Akyuwen. (Eko Hilman). ***
Related News

OP Pangan Murah Salurkan 2.853 Ton Komoditas Selama Ramadan

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker