EmitenNews.com - PT Metrodata Electronics Tbk. (MTDL) emiten besar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) milik grup Ciputra itu memperkuat ekspansi terbarunya di bisnis Solusi dan Konsultasi TI dengan mengucurkan tambahan modal Rp150 miliar kepada anak usahanya, PT Mitra Integrasi Informatika (MII).
Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Minggu (16/11) menyebut keputusan tersebut selaras dengan kebutuhan transformasi digital yang tengah tumbuh di kalangan korporasi.
“Langkah ini merupakan keputusan bisnis yang rasional, yang sejalan dengan tren peningkatan investasi korporasi terhadap transformasi digital,” ujar Susanto.
Ia menilai prospek bisnis solusi dan konsultasi TI akan semakin cerah pada 2026, didorong percepatan digitalisasi di berbagai sektor industri.
Sepanjang Januari–September 2025, permintaan di segmen solusi dan konsultasi TI mencatat pertumbuhan signifikan. Penjualan lini bisnis tersebut naik 20,5% secara year-on-year, ditopang permintaan kuat pada layanan cloud, digital business platform, cyber security, AI, hingga managed services. Kontribusi terbesar berasal dari sektor jasa keuangan serta minyak dan gas.
“Pendapatan berulang dari bisnis berbasis langganan juga turut menjaga stabilitas kinerja unit ini,” tambah Susanto.
Pertumbuhan kuat segmen Solusi & Konsultasi ikut mengangkat kinerja MTDL secara keseluruhan pada kuartal III 2025. Perseroan mencetak laba bersih Rp469,6 miliar, naik 3,1% yoy.
Sementara pendapatan konsolidasi meningkat 9% yoy menjadi Rp18,8 triliun. Segmen distribusi, alias pilar utama pendapatan turut tumbuh 5% yoy menjadi Rp13,7 triliun.
Pada perdagangan Jumat (14/11), saham MTDL ditutup di Rp605, naik 5 poin.
Related News
Melejit 152 Persen, Emiten HT (BHIT) Bungkus Laba Rp478,54 Miliar
Performa COIN Solid, Segmen Derivatif Meledak 7.623 Persen
Longsor 794,64 Persen, FILM Tekor Rp257 Miliar
Sudahi 2025, Laba dan Pendapatan RAJA Tumbuh Minimalis
Prabowo Dorong Kendaraan Listrik, NTBK Masuk Radar EV Nasional
Anjlok 43 Persen, Laba PTBA Sisa Rp2,92 Triliun





