EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup menguat signifikan. Itu dipicu kemenangan partai Demokrat pada pemilu sela, dan penerimaan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap hasil tersebut. Dengan hasil itu, menghilangkan risiko ketidakpastian politik yang selama ini membayangi pasar.

Demokrat berhasil menguasai Kongres dan Senat yang sebelumnya dikuasai Partai Republik. Demokrat berhasil mencatat kemenangan pemilihan Gubernur di wilayah penting seperti Texas. Menyusul kemenangan itu, maka Demokrat akan melakukan pengawasan ketat terhadap setiap kebijakan yang diambil Trump di sisa masa jabatan dua tahun mendatang.

Selama ini, Demokrat mengkritisi beberapa kebijakan Trump yang dianggap merugikan rakyat. Di antaranya kebijakan pemangkasan pajak untuk pelaku bisnis, penerapan tarif impor, dan perang dengan Iran yang memicu lonjakan inflasi. Tambahan sentimen positif juga datang dari koreksi harga minyak mentah hingga lebih dari 8 perssen.

Itu setelah wakil presiden AS JD Vance menyalahkan perang Iran sebagai sumber kekalahan partai Republik. Penguatan signifikan indeks bursa Wall Street usai partai Demokrat ungguli pemilu sela diprediksi menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Lonjakan harga beberapa komoditas mineral logam seperti emas, timah, dan aksi jual asing reda berpeluang menjadi tambahan sentimen positif pasar.

IHSG diprediksi melanjutkan penguatan dengan kisaran support 4.825-4.730, dan resistance 5.015-5.110. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor mengoleksi saham Indocement (INTP), Aneka Tambang (ANTM), Bukit Asam (PTBA), Pertamina Gas Negara (PGAS), Astra (ASII), dan Astra Agro (AALI). (*)