EmitenNews.com - PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) mengumumkan rencana buyback saham dengan menggelontorkan dana maksimal Rp10 miliar. Hal ini dilakukan perseroan guna menjaga harga wajar saham sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.

Berdasarkan keterbukaan informasi, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebih 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, termasuk saham treasuri saat ini.

Rencananya, aksi buyback saham ALDO akan berlangsung selama 12 bulan yakni pada 24 Juni 2026 hingga 23 Juni 2027. Meski begitu, rencana aksi korporasi itu masih perlu mendapatkan restu dari Rapatu Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dijadwalkan pada 24 Juni 2026 mendatang.

Manajemen ALDO juga memastikan tidak terjadi tumpang tindih dengan aksi buyback saham sebelumnya. Karena, buyback sebelumnya yang diumumkan 6 Mei 2025 akan berakhir pada 11 Juni 2026.

“Penggunaan dana untuk buyback saham tidak memengaruhi kemampuan keuangan perseroan secara signifikan untuk memenuhi kewajiban yang akan jatuh tempo,” tulis manajemen, dikutip Rabu (3/6/2026).

Di samping itu, ALDO juga memastikan aksi buyback saham tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, pendapatan, maupun laba pers aham. Perseroan juga mengklaim memiliki kondisi permodalan dan arus kas yang memadai untuk mendukung operasional bisnis, ekspansi usaha, seklaigus pelaksanaan program buyback.

Pada perdagangan sebelumnya, Selasa (2/6) saham ALDO ditutup menguat 2,21 persen atau naik 15 poin ke level Rp695. Meski demikian, secara year to date, saham ALDO terpantau tengah melemah 10,90 persen atau turun 80 poin.