EmitenNews.com - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), melalui anak usaha yang berbasis di Singapura, Star Energy Group Holdings Pte. Ltd. (SEGHPL), meraih fasilitas pinjaman berjangka (term loan) senilai USD300 juta pada Jumat (17/7/2026). Nilainya setara Rp5,37 triliun, mengacu pada nilai kurs Rp17.903 per dolar AS.

Corporate Secretary BREN, Randhika Oktaviana dalam Keterbukaan Informasi, Selasa (21/7/2026), menyebutkan pinjaman itu diberikan oleh salah satu bank terbesar Thailand, Bangkok Bank Public Company Limited. Pinjaman berjangka tersebut terdiri atas dua fasilitas, yaitu komitmen fasilitas A senilai USD105 juta dan komitmen fasilitas B senilai USD195 juta.

Fasilitas A akan tersedia hingga 31 Agustus 2026, sedangkan fasilitas B tersedia hingga 30 Desember 2027. Jatuh tempo kedua komitmen pinjaman tersebut adalah 60 bulan (5 tahun) setelah tanggal penarikan pertama.

Manajemen BREN menyebutkan bahwa fasilitas A senilai USD105 juta akan digunakan untuk biaya prakonstruksi wilayah prospek panas bumi Suoh Sekincau di Sumatera.

Kemudian, USD105 juta lainnya dari fasilitas B akan digunakan untuk penyertaan modal (equity injection) dalam PT Star Energy Suoh Sekincau.

Sedangkan USD90 juta sisanya akan disetor sebagai modal PT Star Energy Geothermal Indonesia untuk proyek panas bumi Hamiding di Maluku Utara.

Penting diketahui, pinjaman ini setara dengan 33,95% total ekuitas BREN per 2025 sebesar USD883,52 juta, yang menjadikannya termasuk dalam transaksi material.

Dalam proyeksinya, fasilitas pinjaman ini akan mendongkrak liabilitas BREN yang tercatat sebesar USD2,98 miliar per Desember 2025 – yang berarti debt-to-equity ratio (DER) BREN berada di level 3,4.

Di sisi lain, kas dan setara kas BREN hingga akhir 2025 tercatat sebesar US$168,68 juta.

Melalui pinjaman ini, SEGHPL dan BREN memproyeksikan arus pendanaan yang lebih kuat dan memadai. Dengan begitu perseroan dapat mengoptimalkan arus kas dan mendukung pengembangan proyek eksisting dan yang akan datang secara berkelanjutan.