Tambah Saham Lagi, Edwin Soeryadjaya Makin Kokoh jadi Pengendali SRTG
:
0
Ilustrasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG). Dok.EmitenNews.
EmitenNews.com - Komisaris utama dan pengendali PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG), Edwin Soeryadjaya kembali menambah porsi kepemilikan sahamnya pada 4 September dan 7 September 2026. Dengan tambahan itu, putra mendiang pendiri Astra, William Soeryadjaya tersebut, memperkokoh posisinya sebagai pengendali Saratoga.
Dalam keterangan tertulisnya Selasa (8/9/2026), Manajemen SRTG menyampaikan bahwa Edwin telah membeli saham Saratoga Investama Sedaya sebanyak 600.000 lembar di harga Rp1.806 per saham dan sebanyak 380.000 lembar saham di harga Rp1.805 per saham.
"Tujuan dari transaksi ini adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung." Demikian pernyataan manajemen.
Setelah transaksi tersebut kepemilikan saham Edwin di SRTG menjadi 4,87 miliar lembar saham, setara 35,9071 persen.
Bandingkan dengan sebelumnya, Edwin menguasai sebanyak 4,86 miliar lembar saham, atau 35,8999 persen Saratoga Investama Sedaya.
Edwin Soeryadjaya Tambah Porsi Kepemilikan Sahamnya
Sebelumnya, Edwin Soeryadjaya telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 2 September dan 3 September 2026.
Manajemen SRTG dalam keterangan tertulisnya Jumat (4/9/2026) menyampaikan bahwa Edwin telah membeli saham SRTG sebanyak 840.000 lembar di harga Rp1.823 per saham dan sebanyak 1.410.000 lembar saham di harga Rp1.802 per saham.
"Tujuan dari transaksi ini adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung," tuturnya.
Pascatransaksi maka kepemilikan saham Edwin di SRTG menjadi 4.869.755.690 lembar saham (35,8999%) dibandingkan dengan sebelumnya sebanyak 4.867.505.690 lembar saham (35,8833%). ***
Related News
Suspensi Jilid II, BEI Suspensi Lagi Perdagangan Saham Emiten MNC Ini
BBNI Raup Laba Rp16,12 Triliun, Tumbuh 6,6 Persen di Q3 2026
MMIX Ungkap Perubahan Porsi Pemegang Saham Dirut
Defisit Bengkak, ACST Back to Back Boncos
Ikuti Jejak Induk, Laba MAPA Melompat 25,5 Persen
BSI Hari ini Mulai Eksekusi Buyback Rp500 Miliar





