EmitenNews.com - Acset Indonusa (ACST) per 30 September 2026 boncos Rp266,81 miliar. Bengkak 155,61 persen dari periode sama tahun lalu dengan tabulasi rugi Rp104,38 miliar. Menyusul hasil negatif itu, rugi per saham dasar dan dilusian bengkak menjadi Rp15 dari sebelumnya hanya Rp7.

Pendapatan bersih Rp1,38 triliun, menciut 23,75 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp1,81 triliun. Beban pokok pendapatan Rp1,27 triliun, menyusut dari fase sama tahun lalu Rp1,67 triliun. Laba kotor terkumpul Rp114,07 miliar, melorot dari periode sama tahun lalu senilai Rp142,37 miliar.

Beban penjualan Rp1,31 miliar, bengkak dari Rp873 juta. Beban umum dan administrasi Rp85,48 miliar, susut dari Rp100,79 miliar. Provisi atas penurunan nilai aset keuangan Rp31,86 miliar, turun dari Rp55,04 miliar. Beban pajak final Rp40,11 miliar, berkurang dari Rp49,38 miliar.

Biaya keuangan Rp86,21 miliar, bengkak dari periode sama tahun lalu Rp49,4 miliar. Penghasilan keuangan Rp5,31 miliar, susut dari Rp10,01 miliar. Beban lain-lain Rp137,99 miliar, drop dari edisi sama tahun lalu surplus Rp8,27 miliar. Rugi tahun berjalan Rp263,6 miliar, bengkak dari Rp94,84 miliar.

Jumlah defisiensi ekuitas Rp596,14 miliar, bengkak dari akhir tahun sebelumnya Rp330,32 miliar. Defisit Rp5,01 triliun, bengkak dari Rp4,74 triliun. Total liabilitas Rp3,2 triliun, mengalami perosotan dari akhir tahun 2025 senilai Rp3,31 triliun. Jumlah aset Rp2,6 triliun, mengalami penyusutan dari akhir tahun lalu Rp2,98 triliun. (*)