EmitenNews.com - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menggelontorkan capex sebesar Rp2,2 triliun untuk tahun 2026. Sebanyak Rp1,5 triliun telah dialokasikan untuk akuisisi dan pengembangan Subang Smartpolitan.

Di samping itu, SSIA juga mengalokasikan Rp330 miliar untuk melanjutkan rebranding Paradisus by Meliá Bali, yang man sebelumnya bernama Melia Bali.

VP Investor Relations & Sustainability SSIA, Erlin Budiman mengatakan sepanjang semester I 2026, capex yang terealisasi mencapai Rp1,1 triliun, dan telah terserap sebanyak Rp330 miliar untuk Subang Smartpolitan dan Rp200 miliar lainnya untuk Nusa Raya Cipta dan hotel lainnya.

Selain itu, terjadi pergeseran target pendapatan menjadi Rp7,2 triliun, imbas terjadinya pending dari sisi penjualan serta peralihan kontrak Nusa Raya Cipta.

“Jadi ada sedikit penurunan, namun kita masih bisa mencapai 63 persen pertumbuhan year on year. Dari sisi net profit juga masih ditargetkan di level Rp400 miliar, yaitu mencapai kenaikan 570 persen,” ujar Erlin kala Public Expose Live, Senin (9/7).

Dari sisi kinerja, SSIA membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp3.353 miliar, meningkat 58,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh pengakuan penjualan yang signifikan pada segmen properti. 

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto meningkat menjadi Rp1.086 miliar, sementara EBITDA mencapai Rp692,5 miliar dengan margin EBITDA naik signifikan menjadi 20,7 persen. Perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp262,6 miliar pada Semester I 2026. 

Presiden Direktur SSIA, Johannes Suriadjaja juga mengatakan, kinerja tersebut mencerminkan efektivitas strategi SSIA dalam mengoptimalkan potensi pertumbuhan dari seluruh lini bisnis. Segmen properti tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan Perseroan, didukung oleh kinerja konstruksi yang solid serta pemulihan berkelanjutan pada segmen perhotelan. 

Pemulihan segmen perhotelan juga tercermin dari keberhasilan Perseroan membukukan EBITDA positif pada Semester I 2026, setelah sebelumnya mencatatkan EBITDA negatif pada periode yang sama tahun 2025. Perkembangan ini menjadi salah satu indikator penting bahwa strategi Perseroan dalam memperkuat kinerja operasional dan mengoptimalkan portofolio perhotelan mulai memberikan hasil positif. 

“Dengan dukungan pertumbuhan Subang Smartpolitan, pemulihan bisnis perhotelan, serta kinerja konstruksi yang tetap solid, SSIA optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dan mencapai target kinerja yang telah ditetapkan untuk 2026,” tutup Johannes. ***