EmitenNews.com - PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) membuka potensi revisi guidance laba untuk sisa tahun 2026. Semula BTPS memproyeksikan high single-digit, kini berencana menaikkannya menjadi mid double-digit.

Direktur BTPS, Fachmy Achmad menjelaskan revisi tersebut didasari oleh kualitas aset perseroan yang membaik. Seperti, early indicator pembiyaan yang menujukkan perbaikan konsisten sejak awal tahun, hingga loss provision coverage yang terjaga kuat di level 202 persen.

“Kalau dibandingkan dengan market, mungkin tergolong yang tertinggi. Artinya, bank berusaha membuat pencadangan yang cukup tinggi,” ujar Fachmy dalam Public Expose Live, Senin (7/9/2026).

Di samping itu, sepanjang semester I 2026, BTPS membukukan laba bersih sebesar Rp655 miliar, tumbuh 2 persen YoY. Kemudian dari sisi aset, tumbuh 8 persen YoY menjadi Rp23 triliun, sementara pembiayaan tumbuh 9 persen menjadi Rp11 triliun.

Kinerja itu tersebut ditopang oleh rasio keuangan yang tetap kuat dengan Return on Asset (RoA) sebesar 7,2 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 58,7 persen. 

Selain itu, pembiayaan kelompok atau group loan masih menjadi mesin utama bisnis, di samping diversifikasi mesin pertumbuhan lain yang juga meningkat. Pembiayaan individual misalnya, meningkat dari awal tahun jadi sekitar Rp59-Rp60 miliar.

“Untuk pembiayaan individual ini, kita menargetkan di tahun ini, dari awalnya kita tahun lalu ada 9 atau 10 titik, tahun ini sampai 60-70 titik untuk segmen pembiayaan mass market,” kata Fahcmy.

Bahkan, BTPS juga tengah merambah gadai emas atau gold financing yang rencananya diluncurkan pada kuartal tiga tahun 2026.

“Rencananya di kuartal tiga, tepatnya mungkin di September ini, kita akan mulai piloting di satu area dengan buka empat titik sales di pasar-pasar terdekat,” tuturnya.

Direktur BTPN Syariah, Arief Ismail, mengatakan bahwa fokus Bank saat ini adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas agar mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.