Amankan Fiskal Pemerintah Bakal Efisienkan Belanja, Termasuk MBG
:
0
Presiden Prabowo Subianto dalam salah satu kesempatan meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).(Foto: Dok)
EmitenNews.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengakui tekanan global, termasuk kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah memberikan dampak terhadap ruang fiskal khususnya di sektor pangan dan energi.
Merespon hal itu, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya adalah peningkatan efisiensi belanja negara dan optimalisasi pelaksanaan program unggulan, termasuk program makan bergizi gratis.
Selain itu, pemerintah tetap melindungi daya beli masyarakat melalui kebijakan subsidi energi yang tepat sasaran.
“Kedua, kami memastikan target penerimaan negara tercapai. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, penerimaan pajak tumbuh sebesar 20%. Berbagai upaya dilakukan untuk mengamankan pendapatan, termasuk digitalisasi melalui sistem inti perpajakan, optimalisasi penerimaan dari sumber daya alam, serta pengelolaan dana bebas pajak yang lebih baik,” ungkapnya saat memberikan keynote speech di acara Fitch Ratings 'Fitch on Indonesia' di Jakarta, Kamis (23/04).
Juda menegaskan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang memicu volatilitas pasar energi dan tekanan inflasi dunia kondisi perekonomian Indonesia tetap stabil dan tangguh .
Ia menyebut, ekonomi nasional masih menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 5,39% pada kuartal terakhir. Pertumbuhan tersebut didukung oleh sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, serta sektor riil yang terkoordinasi dengan baik.
“Dibandingkan dengan negara sekelasnya, Indonesia tumbuh lebih kuat sambil tetap menjaga stabilitas makroekonomi. Inflasi rendah, posisi fiskal yang hati-hati, serta faktor eksternal yang solid menempatkan Indonesia pada posisi makroekonomi yang relatif lebih baik dan seimbang di antara negara dengan peringkat BBB,” tandasnya.
Wamen Juda menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang melalui reformasi struktural. Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan produktivitas, penguatan investasi, serta pembangunan sektor prioritas seperti ketahanan pangan, energi, pendidikan, kesehatan, serta hilirisasi sumber daya alam dan pengentasan kemiskinan.
Ia memastikan bahwa kebijakan fiskal akan tetap adaptif terhadap dinamika global, sekaligus menjaga kepercayaan investor. Peringkat kredit Indonesia yang masih berada pada level investment grade disebut sebagai hasil dari disiplin kebijakan yang konsisten selama ini, khususnya di bidang fiskal dan moneter.
“Kebijakan kami tidak hanya merespons tantangan, tetapi juga menyelesaikannya dengan fokus pada stabilitas, investasi strategis, dan reformasi. Indonesia akan terus tumbuh. Kita akan membangun masa depan yang sejahtera. Kita akan menghadapi masa depan dengan penuh keyakinan, berkomitmen pada stabilitas, keberlanjutan, dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.(*)
Related News
Kelola Ekosistem Desa, Manajer KDKMP Digaji Hingga Rp8,3 Juta
Korupsi Motor Listrik MBG Rp1,22T Kejagung Usut Keterlibatan Korporasi
Sidang Perdana Febrie Adriansyah 7 Oktober, Kasus Korupsi dan TPPU
Ada Rocky Gerung dalam Wantimpres yang Dipimpin Eks Menko Pratikno
Kapolri Baru Suyudi, Perisai Biaya Siluman Agar Investasi Nyaman
Ini Masalah Serius, Industri Batik Indonesia Hadapi Regenerasi Perajin





