Ancaman Sanksi Iran Tekan Harga Minyak Brent ke USD93
:
0
harga minyak mentah jenis Brent melemah ke kisaran USD93 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun ke level sekitar USD86 per barel. (Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia terkoreksi setelah sempat mengalami reli mingguan yang tajam. Penurunan harga ini dipicu aksi lepas untung (profit taking) para investor menjelang pengumuman sanksi ekonomi yang lebih ketat dari Amerika Serikat terhadap Iran.
Pada perdagangan terbaru, harga minyak mentah jenis Brent melemah ke kisaran USD93 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun ke level sekitar USD86 per barel.
Mengutip laporan Trading Economics, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa Washington bakal memberlakukan sanksi paling berat dalam sejarah. Langkah isolasi ekonomi ini dirancang untuk menekan Iran dan mitra dagangnya agar mematuhi aturan internasional.
Sanksi tersebut berpotensi memperketat pasokan minyak global. Pengiriman minyak dari Iran mengalami gangguan signifikan, sementara penawaran kepada pembeli di Tiongkok menurun akibat blokade AS. Selain itu, lalu lintas pengiriman energi di jalur vital Selat Hormuz masih berada jauh di bawah tingkat normal.
Pemerintah Teheran menolak ancaman sanksi AS dan menganggapnya sebagai upaya yang gagal. Pihak Iran menyatakan memiliki pengalaman menghadapi blokade ekonomi serta optimistis mampu mempertahankan hubungan perdagangan dengan negara lain.
Pergerakan harga minyak Brent di level USD93 per barel menjadi perhatian penting bagi Indonesia sebagai negara pengimpor neto minyak (net oil importer). Fluktuasi harga minyak global beserta gangguan pasokan di Selat Hormuz berpotensi berdampak pada realisasi beban subsidi energi dan anggaran APBN di dalam negeri.(*)
Related News
Yield Obligasi AS Tembus Rekor 2 Dekade, Kontrak Saham Anjlok
Komdigi Siapkan Aturan, Keseimbangan Margin Aplikator Jadi Perhatian
Fitch Soroti APBN 2027: Defisit Aman, Risiko Danantara Membayangi
Aturan Turunan Disiapkan Songsong Bursa Mineral 2027
Respon Gempa NTT, Pemerintah Gelontor 6,8 Ribu Ton Beras
Kuasai 63 Persen Pekerja, Gen-Z Jadi Mesin Ekonomi Kreatif





