Angkatan Kerja Capai 147 Juta Orang, Tiga Sektor Ini Serap 60 Persen
:
0
BPS mencatat penduduk dengan status bekerja sebesar 147,67 juta orang. Sektor pertanian, perdagangan besar dan eceran, dan industri menyerap 60,29 persen tenaga kerja nasional pada Februari 2026. Dok. SINDOnews.
EmitenNews.com - Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia mencapai 7,24 juta orang per Februari 2026. Terjadi penurunan sekitar 35 ribu orang dibandingkan Februari 2025. Saat yang sama penduduk dengan status bekerja sebesar 147,67 juta orang. Sektor pertanian, perdagangan besar dan eceran, dan industri menyerap 60,29 persen tenaga kerja nasional pada Februari 2026.
Dengan begitu, kata Kepala Biro Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, dari total angkatan kerja sebanyak 154,91 juta orang, terdapat 7,24 juta orang diantaranya yang masih menganggur.
"Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 adalah 4,68 persen. Jumlah pengangguran secara absolut turun 35 ribu orang dibandingkan Februari 2025," ujar Amalia Adininggar Widyasanti, Selasa (5/5/2026).
BPS juga mencatat, penyerapan tenaga kerja masih didominasi oleh sektor pertanian, perdagangan besar dan eceran, dan industri. Ketiga sektor tersebut menyerap 60,29 persen tenaga kerja nasional pada Februari 2026.
Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja pada kegiatan formal maupun informal meningkat selama Februari 2025-Februari 2026. Pekerja formal meningkat dari 59,19 juta orang menjadi 59,93 juta orang, sedangkan pekerja informal meningkat dari 86,58 juta orang menjadi 87,74 juta orang.
Sebelumnya, BPS melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan atau year on year (YoY) pada kuartal I 2026. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepada pers, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut dihitung berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku Rp6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan sebesar Rp3.447,7 triliun.
"Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 bila dibandingkan triwulan I 2025 atau secara year on year (YoY) tumbuh 5,61 persen," ujar Amalia, Selasa (5/5/2026).
Pada kuartal I 2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 4,87 persen (YoY). Dengan demikian, terjadi peningkatan kinerja ekonomi pada awal 2026.
Meski mencatat pertumbuhan positif secara tahunan, BPS mencatat ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen secara triwulanan (quarter to quarter/qtq). ***
Related News
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Peneliti CORE Ingatkan Hati-hati
Permen Purbaya Berlaku, Pemerintah Akui Aset Kripto Instrumen Keuangan
Bak Buang Sial, KA Argo Bromo Anggrek Ganti Nama Jadi KA Anggrek
Tekanan Bertubi-Tubi, Rupiah Berpotensi Sentuh Rp17.550 Pekan Ini
Sama Dengan Indonesia, PMI Manufaktur Thailand Juga 'Letoy'
BI: Kenaikan Surplus Neraca Perdagangan Topang Ekonomi Eksternal





