EmitenNews.com - Geoprima Solusi (GPSO) secara resmi mengumumkan langkah transformasi strategis besar dalam kelangsungan usaha perseroan. Usai diambil alih Pulogadung Industry Machine SF (PIMSF), bagian dari kelompok usaha manufaktur terkemuka, Tjokro Group, GPSO kini bersiap melebarkan sayap bisnis ke sektor industri lebih luas dengan membawa arah bisnis baru dinamis.

Sebagai bentuk penyelarasan strategi bisnis baru tersebut, GPSO melakukan perubahan mendasar pada kegiatan usaha utama. GPSO secara resmi beralih dengan mengubah kegiatan usaha menjadi KBLI 46591 (Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri, Suku Cadang dan Perlengkapan) dan KBLI 68129 (Aktivitas Real Estat Nonhunian Lainnya Milik Sendiri atau Sewa). Langkah ini diambil sebagai pilar tambahan kegiatan usaha yang baru untuk mendukung ekspansi dan kebijakan usaha ke depan.

Direktur Utama Geoprima, Dionysius Tjokro, mengungkapkan optimisme tingginya terhadap masa depan emiten berkode saham GPSO ini. "Bersama surat penjelasan ini, kami sampaikan bahwa Perseroan akan membawa arah bisnis baru serta melakukan penyelarasan strategi bisnis tersebut dengan merubah kegiatan usaha Perseroan menjadi KBLI 46591 tentang Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri, Suku Cadang dan Perlengkapannya dan KBLI 68129 tentang Aktivitas Real Estat (Bangunan dan Lahan) Nonhunian Lainnya Milik Sendiri atau Sewa sebagai tambahan kegiatan usaha yang baru dalam mendukung kebijakan usaha," ujar Dionysius Tjokro dalam keterbukaan informasi resminya.

Dengan adanya arah bisnis baru ini, GPSO dipastikan tidak lagi menjalankan kegiatan usaha lama yang terkait dengan alat ukur, alat uji, navigasi, dan fotografi. Sebagai gantinya, integrasi ke dalam ekosistem industri Tjokro Group akan membuka peluang pasar yang jauh lebih masif di bidang perdagangan mesin-mesin industri serta optimalisasi pengelolaan aset real estat nonhunian.

Untuk memaksimalkan strategi baru ini, manajemen GPSO juga berencana melakukan langkah efisiensi dan reallokasi modal. Perseroan bermaksud menjual sejumlah aset lama yang sudah tidak diutilisasi, seperti aset Lidar (Light Detection and Ranger) serta ruko, yang nilainya akan dialihkan secara penuh untuk mendukung modal kerja era baru Perseroan. Dana hasil divestasi aset tersebut nantinya akan digunakan sebagai modal kerja pembelian barang dagang baru, biaya pemeliharaan fasilitas pabrik yang strategis, optimalisasi pemasaran, hingga keperluan relokasi ke tempat usaha baru yang lebih representatif bagi masa depan Perseroan.

Masuknya PIMSF dan Tjokro Group sebagai pengendali baru membawa angin segar sekaligus kepastian bagi para pemegang saham, bahwa GPSO kini berada di jalur yang tepat menuju pertumbuhan yang berkelanjutan melalui diversifikasi bisnis yang lebih kokoh dan menguntungkan. (*)