EmitenNews.com - Jhonlin Agro Raya (JARR) per 30 September 2026 mengemas laba bersih Rp349,26 miliar. Menguat 55,91 persen dari episode sama tahun sebelumnya senilai Rp224 miliar. Dengan hasil positif itu, laba per saham dasar emiten H Isam tersebut melonjak menjadi Rp37,84 dari sebelumnya hanya Rp24,27.

Penjualan Rp3,52 triliun, surplus 14,28 persen dari periode sama tahun lalu Rp3,08 triliun. Beban pokok penjualan Rp2,81 triliun, membengkak dari edisi sama tahun sebelumnya Rp2,55 triliun. Laba kotor terkumpul Rp710,16 miliar, mengalami lompatan dari fase sama tahun lalu Rp537,35 miliar.

Beban penjualan Rp161,98 miliar, bertambah dari Rp125,55 miliar. Beban umum dan administrasi Rp56,79 miliar, bengkak dari Rp42,29 miliar. Laba usaha Rp491,38 miliar, melejit dari Rp369,51 miliar. Beban keuangan Rp91,12 miliar, susut dari Rp92,27 miliar. Lain-lain Rp47,23 miliar, melonjak dari Rp9,94 miliar.

Jumlah ekuitas Rp2,2 triliun, melesat signifikan dari edisi akhir tahun sebelumnya Rp1,91 triliun. Total liabilitas terkumpul Rp2,25 triliun, bertambah dari posisi akhir 2025 senilai Rp2,1 triliun. Jumlah aset Rp4,46 triliun, melonjak dari edisi akhir tahun lalu Rp4,02 triliun.

Sepanjang perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026, saham JARR auto rejection bawah (ARB). Itu setelah anjlok 6,83 persen setara 170 poin menjadi Rp2.320. Sebulan terakhir, saham JARR menukik 29,70 persen alias 980 poin dari edisi 28 September 2026 di level Rp3.300 per helai. (*)