EmitenNews.com - Victoria Care (VICI) per 30 September 2026 mengemas laba periode berjalan Rp87,72 miliar. Manukik 26,36 persen dari periode sama tahun lalu dengan koleksi laba  Rp119,13 miliar. Dengan demikian, laba per saham dasar emiten asuhan ponakan Prabowo tersebbut susut menjadi Rp13,08 dari sebelumnya Rp17,76.

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Rp1,12 triliun, surplus 9,8 persen dari posisi sama tahun lalu Rp1,02 triliun. Beban pokok penjualan Rp531,37 miliar, menciut dari posisi sama 2025 senilai Rp452,49 miliar. Laba kotor terkumpul Rp589,35 miliar, tumbuh tipis dari edisi sama tahun lalu Rp575,77 miliar.

Beban penjualan dan pemasaran Rp342,47 miliar, bengkak dari Rp293,82 miliar. Beban umum dan administrasi Rp132,01 miliar, bertambah dari Rp124,9 miliar. Pendapatan lain-lain Rp4,34 miliar, naik dari Rp3,44 miliar. Laba operasi Rp117,73 miliar, susut dari Rp159,32 miliar.

Pendapatan keuangan Rp1,24 miliar, melonjak dari edisi sama tahun lalu Rp241,41 juta. Beban keuangan Rp6,45 miliar, bertambah dari Rp5,89 miliar. Ekuitas bersih Rp1,14 triliun, naik dari Rp1,09 triliun. Total liabilitas Rp342,71 miliar, bengkak dari Rp245,84 miliar. Jumlah aset Rp1,48 triliun, melejit dari akhir tahun lalu Rp1,34 triliun.

Ponakan Prabowo Perkuat Manajemen

Putri Hashim Djojohadikusumo yaitu Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menjabat Wakil Komisaris Utama (Wakomut) VICI. Ponakan Prabowo itu, mendampingi Komisaris Utama Billy Hartono Salim. Pengangkatan Sara begitu ia disapa, telah dipatenkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Marqen Hotel, Jakarta Barat, pada 29 Oktober 2026.

Sara mengungkap alasan bergabung dengan VICI. "Saya jatuh hati dengan kegigihan dari Pak Billy merintis perusahaan ini. Direksinya pun sudah ada di VICI lebih dari 10 bahkan 20 tahun, bahkan dari kepala cabang sekarang bisa menjadi CEO. Ini menunjukkan kekeluargaan itu betul-betul terjaga sebagai DNA dari VICI," ujar Sara.

Saat ini, Sara menjabat anggota DPR 2024-2029 sekaligus Wakil Ketua Komisi VII DPR bidang perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata dan sarana publikasi. "Fundamental dari distribusi fisiknya itu kuat. Di zaman dimana kita tidak mengesampingkan e-commerce maupun online sales, tapi channel distribusi yang sudah ada di jaringan VICI itu sudah sangat luar biasa dan punya loyalitas," katanya.

Ia mengatakan dua target besar bersama dewan komisaris baru sendiri ialah go international dan segmen premium. "Untuk bisa go international itu satu, kita memang mau go international. Kedua untuk segmen premium. Kita memang sudah ada bisnis plan yang sangat jelas yang kita sudah berikan amanah dan mandat kepada Dewan Direksi," ungkap Sara.

Sambutan ARB