AS-Iran Alot, Harga Minyak Brent Mendekati USD106
:
0
Harga minyak mentah dunia kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa (29/9/2026).(Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa (29/9/2026). Melonjaknya harga komoditas energi global ini dipicu oleh ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) menguat di atas USD93 per barel. Sementara itu, minyak mentah jenis Brent merangkak naik mendekati kisaran USD106 per barel, memperpanjang penguatan dari sesi sebelumnya.
Sentimen ketegangan diplomasi global masih mendominasi pergerakan pasar. Pejabat Iran meragukan kesepakatan penghentian konflik di Timur Tengah dan pembukaan Selat Hormuz dapat tercapai sebelum pemilihan paruh waktu AS pada November, sebagaimana dilaporkan Trading Economics.
Laporan tersebut menambahkan bahwa pembicaraan antara AS dan Iran di New York hanya menghasilkan kemajuan terbatas setelah Presiden Donald Trump menolak proposal terbaru dari Teheran. Namun, Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan pelonggaran sanksi serta pencairan dana apabila Iran menunjukkan kemajuan berarti menuju kesepakatan nuklir.
Kekhawatiran pasokan global tetap tinggi meski Arab Saudi telah memulihkan aliran minyak melalui pipa utama Timur-Barat hingga mencapai 3,5 juta barel per hari. Jalur darat tersebut menjadi rute alternatif pengiriman minyak setelah adanya gangguan lalu lintas di Selat Hormuz.
Melambungnya harga minyak mentah jenis Brent mendekati USD106 per barel berpotensi meningkatkan beban subsidi BBM dalam APBN serta menekan nilai tukar rupiah akibat lonjakan biaya impor migas.(*)
Related News
Saham AS Rebound Tipis, Pasar Intip Akuisisi AMD USD8,2 M
Bisnis Layanan GUCD Perta Arun Gas Diminati Kapal LNG Global
Emas Dunia Turun Ke USD4.261, Antam Melorot Rp16.000 per Gram
Yield Obligasi AS Sentuh Level 2007, Pasar Antisipasi Suku Bunga Fed
Dolar Perkasa di 101,1, Tekan Rupiah dan Pasar Asia
Nikkei Melesat 500 Poin Ditopang Saham AI dan Dividen





