Asia Mixed, IHSG Betah Orbit Zona Hijau
:
0
Para pelaku pasar tampak antusias menyimak pergerakan IHSG. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyudahi perdagangan kemarin surplus 1,82 persen menjadi 7.326. Penguatan IHSG dipimpin sektor basic materials 3,39 persen, dan infrastructure 1,84 persen. investor asing membukukan net buy Rp483,77 miliar.
Saham paling banyak dibeli asing yaitu ASII, INDF, BREN, BBNI, dan ADRO. Penguatan IHSG didorong aksi beli investor setelah pelemahan pada indeks dalam seminggu terakhir diikuti juga oleh asing mulai mencatat net buy.
Secara teknikal, IHSG membentuk marubozu bullish diikuti indicator stochastic, dan MACD bergerak di area golden cross. Jika IHSG berhasil breakout level MA200 maka mengkonfirmasi untuk terjadi reversal. IHSG akan bergerak dengan support level 7.260, dan resistance level 7.405.
Gerak IHSG akan didorong penguatan indeks bursa regional, dan mulai masuk inflow asing. Menilik data itu, Reliance Sekuritas menjagokan sejumlah saham berikut. Yaitu, saham Chandra Asri (TPIA), Alam Tri (ADRO), Elang Mahkota alias Emtek (EMTK), dan Pyridam Farma (PYFA).
Pagi ini, bursa Asia mayoritas diperdagangkan mixed. Indeks Nikkei 225 menguat 0,62 persen, dan indeks Kospi melemah 0,03 persen. Nah, dari Asia, Korea mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2024 sebesar 1,5 persen YoY.
Sementara itu, ketiga indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat didorong dolar indeks stabil dan potensi pemangkasan suku bunga The Fed 25 bps pada pertemuan Desember 2024. Namun, Jerome Powell mengatakan pertumbuhan ekonomi AS lebih kuat dari prediksi mengindikasikan dukungan pada laju pemangkasan suku bunga lebih lambat. (*)
Related News
Tutup April 2026, IHSG Merosot Tajam Tinggalkan Level 7.000
IHSG Sesi I Ambles 2,46 Persen, Asing Net Sell Rp0,97 Triliun
Bursa Sorot MSIE-HBAT, BOBA Dilepas, dan BAPA Kena Suspensi Kedua
Begini Bahlil Respon Laporan JP Morgan Soal Konsumsi Energi
Bursa Besok Libur, IHSG Hari Ini Dibuka Melorot 1,04 Persen ke 7.027
Sejumlah Komoditas Berikut Kini Dibatasi Impornya Demi Swasembada





