EmitenNews.com - Astra (ASII) per 31 Maret 2026 mengemas laba bersih Rp5,85 triliun. Menyusut 15,58 persen dari episode sama tahun lalu dengan tabulasi laba bersih Rp6,93 triliun. Menyusul hasil itu, laba per saham dasar dan dilusian ikut terkoreksi menjadi Rp146 dari sebelumnya Rp171. 

Pendapatan bersih Rp78,67 triliun, tergerus 5,62 persen dari posisi sama tahun lalu Rp83,36 triliun. Beban pokok pendapatan Rp63,17 triliun, mengalami penyusutan dari periode sama tahun 2025 sejumlah Rp66,3 triliun. Laba kotor terkumpul Rp15,49 triliun, menukik dari fase sama tahun lalu Rp17,06 triliun. 

Beban penjualan Rp3,16 triliun, bengkak dari Rp2,96 triliun. Beban umum dan administrasi Rp6,12 triliun, bertambah dari Rp4,87 triliun. Penghasilan bunga Rp828 miliar, susut dari Rp856 miliar. Biaya keuangan Rp923 miliar, bengkak dari Rp921 miliar. Rugi selisih kurs Rp29 miliar, menyusut dari Rp271 miliar. 

Beban lain-lain Rp19 miliar, bengkak dari Rp15 miliar. Bagian atas hasil bersih ventura bbersama dan entitas asosiasi Rp1,9 triliun, bertambah dari Rp1,78 triliun. Laba sebelum pajak penghasilan Rp1,65 triliun, turun dari Rp2,09 triliun. Laba periode berjalan Rp6,42 triliun, terkoreksi dari Rp8,55 triliun. 

Jumlah ekuitas Rp293,12 triliun, melonjak signifikan dari akhir tahun sebelumnya Rp290,81 triliun. Total liabbilitas senilai Rp224,68 triliun, mengalami pembengkakan dari akhir 2025 sebesar Rp216,55 triliun. Jumlah aset Rp517,8 triliun, melonjak dari akhir tahun lalu Rp507,36 triliun. (*)