EmitenNews.com - Astra International (ASII) menyerap dana buyback saham Rp684,97 miliar. Alokasi itu setara dengan 34,2 persen dari total anggaran biaya pembelian kembali saham senilai Rp2 triliun. Dengan begitu, sisa dana buybak Rp1,31 triliun. 

Dana buyback tersebut terserap sepanjang 19 Januari 2026 hingga 25 Februari 2026. Selama periode buyback itu, raksasa otomotif nasional itu, sukses menjala 104.850.800 lembar. So, kala dikalkulasi dengan rinci, Astra menyedot saham tersebut dengan harga rata-rata Rp6.532 per lembar. 

Perseroan memiliki rencana untuk melakukan program pembelian kembali saham yang baru. Di mana, detail pelaksanaan akan diputuskan, dan disampaikan lebih lanjut oleh perseroan. Program itu, akan dilakukan berdasar Peraturan OJK No. 13 Tahun 2023.

”Informasi atau fakta material yang diungkapkan dalam laporan ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” tegas Gita Tiffani Boer, Corporate Secretary Astra International.

Sebelumnya, perseroan telah menyampaikan rencana untuk melakukan pembelian kembali saham terhitung sejak 19 Januari 2026 sampai 25 Februari 2026 senilai Rp2 triliun. Aksi itu dilakukan dengan ketentuan jumlah saham akan dibeli kembali tidak melebihi 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Kemudian, buyback saham dilakukan dengan ketentuan jumlah saham free float, setelah pelaksanaan pembelian kembali saham, paling sedikit 7,5 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. (*)