APLN Balikkan Rugi Jadi Laba Q1-2026 tapi Recurring Income Tertekan
:
0
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)
EmitenNews.com - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatat lonjakan kinerja signifikan pada kuartal I 2026, dengan penjualan dan pendapatan usaha mencapai Rp2,9 triliun atau melonjak 232% secara tahunan (YoY).
Perseroan juga berhasil membalikkan kinerja dari rugi Rp55,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu menjadi laba bersih sebesar Rp513,8 miliar.
Manajemen menyebutkan bahwa kinerja impresif ini tidak lepas dari strategi monetisasi aset, termasuk divestasi Deli Park Mall Medan kepada investor asal Jepang.
Corporate Secretary APLN, Justini Omas, mengatakan langkah tersebut menjadi bukti bahwa aset properti Perseroan memiliki nilai tinggi dan diminati investor global.
“Kami melihat aset yang matang dapat dimonetisasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).
Penjualan Properti Melonjak, Recurring Income Tertekan
Secara operasional, pengakuan penjualan mencapai Rp2,6 triliun, melonjak 360% YoY, menunjukkan kuatnya penjualan proyek-proyek unggulan.
Namun, di sisi lain, pendapatan berulang (recurring income) justru turun 13% menjadi Rp260,2 miliar, terdampak pelepasan aset yang sebelumnya menjadi kontributor pendapatan rutin.
Perseroan menyatakan akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui strategi yang seimbang antara pengembangan proyek baru, optimalisasi aset eksisting, serta penguatan kontribusi pendapatan berulang guna menciptakan kinerja yang lebih stabil dan berkelanjutan.
“Kami terus mengambil inisiatif-inisiatif baru untuk meningkatkan penjualan properti dari proyek-proyek unggulan,” tutup Justini.
Related News
Emiten Terkait Raffi Ahmad-Nagita Raih Kredit Rp45 Miliar dari BINA
Pendapatan TLKM Naik 3,55 Persen per September 2026 , Ini Penopangnya
Kredit BBKP Meningkat 3,07 Persen hingga September 2026
Laba SIG (SMGR) Melonjak 363%, Tembus Rp532 Miliar per September 2026
Tertekan Beban Keuangan, PBRX Rugi USD4,98 Juta Meski Top Line Positif
BEI: UMA & Suspensi Saham Akan Dibatasi per 2 November, Belum Dihapus





