EmitenNews.com - Memasuki Kuartal III tahun 2026, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencetak laba bersih USD147,12 juta. Keuntungan emiten pertambangan dan pengolahan bijih nikel sampai 30 September 2026 itu, melonjak 180,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya USD52,45 juta. 

Berdasarkan laporan keuangan interim per Jumat, 30 September 2026, diketahui meningkatnya kinerja keuangan yang menumbuhkan kenaikan laba tersebut terjadi ketika produksi nikel perusahaan justru menurun secara tahunan.

Laporan keuangan mencatat, pendapatan PT Vale mencapai USD896,07 juta, meningkat 27% dibandingkan USD705,39 juta pada periode Januari-September 2025. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto perusahaan juga meningkat signifikan menjadi USD221,41 juta dari sebelumnya USD73,49 juta.

Manajemen mencatat, kenaikan kinerja keuangan tersebut tidak terlepas dari semakin besarnya kontribusi penjualan bijih nikel dalam portofolio bisnis perusahaan. Rincian pendapatan menunjukkan penjualan nikel matte menghasilkan USD684,08 juta sepanjang sembilan bulan 2026, relatif meningkat dibandingkan USD661,90 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Lalu, pendapatan dari penjualan bijih nikel, baik kepada pihak berelasi maupun pihak ketiga, mencapai USD211,99 juta. Terjadi peningkatan tajam dibandingkan USD43,49 juta pada Januari-September 2025. Alhasil, pendapatan dari penjualan bijih nikel tumbuh sekitar 387,4% secara tahunan dan menjadi salah satu kontributor penting terhadap peningkatan pendapatan perusahaan.

Dari sisi volume, penjualan bijih nikel di Blok Bahodopi mencapai 2,38 juta wet metric tons (wmt) sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meningkat dari 617.519 wmt pada periode yang sama tahun lalu. Untuk Blok Pomalaa mencatat penjualan 1,90 juta wmt, melonjak dibandingkan 278.745 wmt pada Januari-September 2025.

Menarik diketahui, di tengah peningkatan kontribusi penjualan bijih nikel tersebut, produksi nikel dalam matte PT Vale tercatat sebesar 48.114 metrik ton sepanjang Januari-September 2026. Jumlah tersebut lebih rendah 12,5% dibandingkan produksi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 54.975 ton. Penjualan nikel matte juga menurun dari 54.675 ton menjadi 47.817 ton.

Bagusnya, kinerja produksi mulai menunjukkan pemulihan pada kuartal III 2026. PT Vale memproduksi 18.341 ton nikel matte pada periode tersebut, meningkat dibandingkan 16.153 ton pada kuartal II 2026. 

Pencapaian tersebut sebagai produksi triwulanan tertinggi sepanjang 2026 setelah pelaksanaan pemeliharaan besar pada awal tahun. Peningkatan ketersediaan peralatan dan stabilitas operasional pabrik turut mendukung kenaikan produksi. ***